Mie Des Tetap Eksis di Tengah Pesaing Bermunculan

Foto bersama ibu Yanti pemilik usaha Miedes Bu Yanti

 

Oleh Hamdan Fathoni dan Ignatius Soni Kurniawan, S.E., M.Sc / Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa*)

 

NUSANTARANEWS.co, Yogyakarta – Mides Bu Yanti, tetap eksis hingga saat ini, di tengah maraknya persaingan. Dengan mempertahankan cita rasa sebagai ciri khasnya, Mi Edes tetap diminati masyarakat.

Mie Des adalah kepanjangan dari Mie Pedes. Mie yang terbuat dari tepung tapioka ini beda dari mie yang lainnya, karena bentuknya kotak yang dipotong-potong. Selain bentuknya yang khas, mie ini juga memiliki cita rasa yang menonjolkan rasa merica di dalamnya. Banyak masyarakat kalangan dewasa hingga orang tua yang menyukai mie tersebut. Tanpa diduga Mie Des ini menjadi ciri khas Pundong dan menjadi terkenal, bahkan Bu Yanti sampai diundang di salah satu stasiun televisi nasional.

Keluarga Bu Yanti mendirikan mie des bermula dari orang tua sejak 1962 dan ibu ini belajar dari orang tuanya lalu melanjutkan usaha ini sampai sekarang. Saat ini ada 4 karyawan yang bekerja di tempat ini. Dulu usaha ini membuat mie sendiri muali dari membuat bahan baku dari nol hingga sudah berbentuk mie, namun sekarang memilih untuk membeli mie siap masak dengan alasan untuk lebih menghemat tenaga dan waktu. Pada hari- hari biasa bisa menjual 20-30 kilogram mie atau sekitar 200 porsi mie dan dihari lebaran atau musim liburan bisa mencapai 100kg seharinya.

Miedes Bu Yanti masih bisa tetap eksis di era pesaing baru berdatangan, karena tetap menjaga konistensi dari bumbu yang ada di dalamnya, itulah yang membuat konsumen tetap suka dan memilih Miedes Bu Yanti .

Awalnya mie ini hanya dimasak dengan tambahan telur dan sayur kol. Sekarang Bu Yanti melakukan inovasi baru dengan menambahkan ebi untuk menambah variasi rasa dan saat ini ditambah lagi dengan topping suwiran ayam. Bahkan sekarang beliau memunculkan menu baru yaitu magelangan yang memakai mie iris atau mie des, menu ini unik karena belum ada yang buat menu seperti ini.

 

*) Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *