Oleh Veri Kurniawan
Berkembang dan majunya pembangunan di Negeri ini, khususnya di Kabupaten harus melibatkan banyak orang atau semua lapisan. Ibarat kata kiasan ” Jin dan Setan” sekalian harus terlibat atau beriringan dalam pembangunan. Seperti cerita legenda jin dan setan dalam pembangunan salah satu candi.
Tidak muda untuk menjalankan sebuah kegiatan pembangunan hanya menitik beratkan pada pemerintah saja. Pemerintah membutuhkan masyarakat untuk menjaga, merawat hasil dari pembangunan dan utamanya masyarakat bisa menikmati daripada hasil pembangunan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga membutuhkan pemerintah dalam mewujudkan desa, kabupaten, provinsi yang maju dalam hal pembangunan. Tanpa adanya kerja sama yang baik, tidak akan terbentuk dan tidak akan terwujud desa atau kabupaten maupun provinsi yang berkembang dan maju dalam pembangunan.
Legislatif mengawasi dan mendorong eksekutif agar memanfaatkan anggaran dengan sebaik mungkin, cepat dan tepat sasaran dalam kebermanfaatannya. Tidak hanya sekedar dok anggaran namun tidak membaca detail pagu dan keperuntukan anggaran yang dianggarkan. Fokus pada usulan – usulan masyarakat yang ada di desa ( Musrenbangdes) maupun kecamatan, tidak fokus pada “suatu hal” dalam pokir – pokir yang mungkin atau diduga hanya menguntungkan diri sendiri maupun kelompok.
Eksekutif pun juga harus mengusulkan program pembangunan yang tepat guna, dan bisa langsung dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat, tidak usai membangun dengan anggaran yang fantastis besar miliaran rupiah namun mangkrak.
Eksekutif dan legislatif membutuhkan pihak sipil atau masyarakat dalam pengawasan. Pengawasan sesuai tupoksi dan tidak over atau melebihi tupoksi, agar eksekutif dan legislatif tidak lunglai dan semaunya dalam anggaran, pembangunan untuk kemajuan daerah.
Eksukutif dan legislatif harus harmonis dalam profesional kerja, misalkan dalam rapat kerja pembahasan anggaran. Satukan pemahaman, visi dan misi untuk masyarakat, jangan sampai ada dugaan bahwa karena pokir legislatif belum dicairkan lalu tidak mau membahas anggaran dengan eksekutif. Ini sama halnya menghambat untuk kepentingan masyarakat luas.
Masyarakat pun harus turut serta dalam menjaga aset daerah atau negara dalam bentuk pembangunan tersebut. Tanpa pemerintah, tak akan ada pembangunan yang maksimal. Jadi apa yang sudah diberikan pemerintah dalam bentuk bangunan, baik itu jalan, irigasi, destinasi, pembangunan air bersih, gedung pendidikan patut dan wajib kita jaga agar anggaran yang dikeluarkan tidak sia – sia dan anggaran tahun berikutnya bisa dialokasikan ke yang lain yang lebih dibutuhkan masyarakat luas.
Veri Kurniawan ( FOSKAPDA )












