NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Pelaksana Tugas ( Plt) di 5 Satuan Kerja Kepala Daerah ( SKPD) di Banyuwangi digodok dan mendapat penilaian sementara oleh Sekda Banyuwangi. Untuk mendapatkan kepala dinas definitif yang memiliki kualitas dan kuantitas baik juga sejalan dengan visi misi Bupati dan SKPD yang dipimpin, penilaian pada ke 5 Plt terus dijalankan.
Mujiono, selalu Sekda Kabupaten Banyuwangi menjelaskan pada NusantaraNews.co saat diwawancarai, manajerial yang baik dan menguasai secara teknis di SKPD masing – masing merupakan penilaian penting. ( 30/6)
” Pertama, saya menilai kinerjanya, sejauh mana dia memiliki tanggung jawab terhadap SKPD yang dipimpinnya terutama konsolidasi antara pimpinan dan bawahan. Karena dengan adanya konsolidasi atau sinergi antara pimpinan dan bawahannya akan meningkatkan power target dan realisasi, jelas Mujiono”.
Lalu yang berikutnya adalah integritas, sejauh mana dia bisa mengimplementasikan suatu kebijakan, program dan kegiatannya.
“Misalkan semangat nya, bisa memberikan pengayoman kepada anak buahnya. Selain itu juga bagaimana loyalitasnya, dalam hal ini kepatuhan dan kewajaran. Komitmen dan konsisten terhadap kebijakan program dan kegiatan yang dicanangkan oleh pemerintah, salah satunya visi dan misi Bupati, visi misi SKPD kan ada target dan realisasinya, ujar Mujiono”.
Banyak orang pandai tapi loyalitasnya kurang. Selain itu prestasi dan dedikasinya tidak tercela. Itulah yang menjadi penilaian kami untuk apakah layak definitif atau tidak selain persyaratan normatif yaitu kepangkatan dan latar belakang.
Dari ke 5 Plt yang ada, itu ada sisi lebih dan sisi kurangnya. Karena ada yang betul – betul secara teknis dia menguasai tapi manajerial nya kurang menguasai.
” Padahal di eselon 2 ini harus banyak manajerial nya. Ada juga yang manajerialnya cukup dan teknisnya cukup, ada yang teknisnya tidak cukup tapi manajerial nya cukup. Nah inilah yang harus menjadi penilaian, lanjut Mujiono”
Dari ke 5 Plt ini secara umum saat ini penilaian kami ada di angka 75 artinya cukup baik lah. Tinggal kita mengemas. Kenapa nilainya masih segitu, mungkin dalam menjalankan tugasnya masih ada keraguan langkahnya takut salah.
(veri kurniawan)












