Orientalis Barat Pecahbelahkan Kekuatan Islam Ketika itu Melalui Tasawuf Palsu

 

Catatan Muhammad Sontang-Ka Biro Langkat

Bagian kedua

NUSANTARA-NEWS.co – Para orientalis Barat telah menyelidiki akan tenaga rahasia ini sedalam-dalamnya. Soalnya mereka telah sadar, bahwa kaum Muslimin tidak akan mungkin dapat dikalahkan oleh siapapun.

Hal itu jika pelajaran dan pengamalan ilmu tasawuf dan thareqat berkembang dengan suburnya. Sebab dalam thareqat terkandung metode / tata cara pelaksanaan atau teknik untuk menyalurkan energi dahsyat dari Al-Qur’an.

Itulah sebabnya mereka berusaha mengaburkan ilmu tasawuf dan thareqat yang begitu halus sekaligus tinggi ilmunya, yang hanya dapat di jelaskan dengan ilmu teknologi tinggi yang tidak dimiliki oleh kaum Muslimin pada waktu itu.

Orientalis Barat telah berhasil memecah-belah kekuatan dan kesatuan Islam melalui ilmu tasawuf dan thareqat palsu, yang tidak dapat dibedakan mana yang haq dan mana yang palsu sebelum kita menguasai ilmu dan teknologi tingginya.

Mereka kemudian mengisukan ilmu tasawuf palsu dan inilah yang dimasukkan mereka ke dalam pusat-pusat kebudayaan Islam di Timur Tengah. Sehingga thareqat-thareqat palsu itu bertebaran ke seluruh dunia.

Maka terbitlah masa khilafiah yang sangat fatal antara pemeluk Islam dengan pemeluk Islam. Keadaan ini melumpuhkan kekuatan dan kesatuan Islam yang sangat bernilai itu.

Syukur Alhamdulillah dalam zaman mutakhir ini, di abad nano teknologi, atom nuklir sampai sekarang era god partikel dalam antariksa kita ini, telah mampu menguraikan ilmu thareqat yang begitu halus dan tinggi yaitu dengan mengintegrasikan antara Agama dan Sains dan Teknologi yaitu antar ke tiga pilar kehidupan melalui nilai-nilai ke-Ikhsanan, Energi Hiper-Metafisika dan Ilmu Pengetahuan Eksakta (Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi) serta Teknologi Modern.

Malah dalam sekali sehingga ketingkat super halus (nano era), yang hanya dapat diuraikan dengan Firman Alloh melalui ayat-ayat yang agung dan tinggi pula serta didukung oleh Al-Hadis Nabi Muhammad SAW dan hadis Qudsi.

Seperti Hadis qudsi yang dalam, dan mutlak perlu pula didukung oleh ayat-ayat Alloh yang tertulis dalam alam luas ini dimasyhurkan dengan ilmu eksakta (QS. Yusuf ayat 105; An-nur ayat 35; Al-Hasyr ayat 21; Ar-Ra’ad ayat 31);

Maka barulah dapat dengan jelas kelihatan di mana thareqat palsu, dan mana thareqat yang haq. Karena bagaimanapun thareqat adalah Firman Alloh dalam Al-Qur’anul Karim.

Ini merupakan suatu metodologi bagaimana caranya menggali energi maha dahsyat daripada hiper-metafisika Al-Qur’an. Di Indonesia untuk pertama kalinya di dunia secara sangat ilmiah diuraikan melalui ilmu tasawuf dan thareqat atas dasar ilmu eksakta serta teknologi modern.

Hal ini tak mungkin dapat disangkal oleh dunia ilmiah di seluruh jagad ini. Allahyarham Prof. Dr. Haji Sayyidi Syekh Kadirun Yahya telah meriset akan hal ini selama ± 40 tahun dengan seksama, atas dasar Al-quran dan Al-Hadis.

Bahkan didukung oleh ilmu eksakta pula agar metodologi nya secara empiris, terhadap jutaan manusia dalam segala macam kasus kehidupan yang sangat sulit dan rumit.Tapi ternyata selalu terbukti. Tak heran dalam waktu singkat tidak mungkin masuk dalam akal manusia biasa.

Namun, dapat diselesaikan secara tuntas dan gilang-gemilang. Semua kasus dimusnahkan habis dengan kekuatan “Kalimah Alloh” yang dapat disalurkan melalui Energi Hiper-Metafisika Al-Quran melalui metodologi thariqatulloh sebagai amaliahnya.

Dalam banyak kasus yang terjadi seperti penyakit Kanker, Leukemia, Narkotika, Setan, Iblis, Bencana alam, Gempa bumi, Bencana gunung berapi galunggung, Banjir, Huru- hara, Ancaman bahaya perang (Sabah Malaysia), Bahaya angin topan, Laut yang mengamuk di lautan Nias, Benteng bergerak/hidup dalam peperangan (Timor Timur).
Sebutkanlah apa saja lagi sehingga issu yang nyata Pandemi semasa sekarang ini Covid ‘19. Semua itu bukanlah soal besar, tetapi hanya merupakan soal kecil saja bagi kekuatan yang Maha dahsyat dari “Kalimah Alloh” dan yang Maha Perkasa.

Inilah yang disalurkan dari kekuatan maha dahsyat dari energi Hipermetafisika Al-Quran dengan “Metodologi Thariqatulloh”. Kalimah Alloh adalah Maha-segala-kurnia untuk para khalifah Alloh yang Mukmin, beriman dan bertaqwa di muka bumi ini tentunya bagi yang telah menemukan wasilah kepadaNya (QS. Al-Maidah ayat 35).
Energi Hipermetafisika yang tersimpan / tersembunyi dalam Al-Qur’an selama berabad-abad lamanya tak mampu dikeluarkan oleh kaum Muslimin di dunia karena tidak mengetahui dan menguasai ilmu dan metodologi serta teknologinya.

Selama ini, akan keluar dengan dahsyatnya untuk membuat orang Mukmin itu menjadi Khalifah Alloh dan Khalifah Rasululloh yang sebenarnya di atas bumi, yang akan mampu memegang kekuatan dan kekuasaan sebagai “Insan-Kamil” budiman, penuh welas asih yang akan membimbing ummat manusia di dunia ini ke arah kesejahteraan hidup dunia akhirat (Baldātun thayyibatun warabbun ghafūr).Semoga diberkahi dan diredoiNya. Aamiin.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *