Singkawang, NUSANTARANEWS.co – Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Kalbar 2026 yang berlangsung di Kota Singkawang, merupakan ajang untuk saling mengakrabkan diri dalam suasana olahraga, seni dan pembelajaran.
Selain itu, juga untuk melihat potensi bakat yang luar biasa dikalangan insan pendidik. Tidak menutup kemungkinan, dari aksi ajang olahraga, seni maupun pembelajaran ini, didapati guru yang jadi atlit dan sebagainya. Dikirim ke tingkat event PGRI nasional.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Disdikbud Provinsi Kalbar, Syarif Faisal Indahmarwan Alkadri, S.STP., M.M. Disela berlangsungnya pertandingan bulu tangkis beregu Porsenijar, di gedung RH Badminton Court Jl. Tani 2 Singkawang Barat, selasa (03/11/2026).
Porsenijar tahun ini, kata Syarif Faisal sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain diperuntukan untuk guru, juga dilakukan eksebisi untuk pengurus PGRI, dari pegawai dinas se provinsi Kalbar, dewan pendidikan, BPMP, PGTK, semua insan pendidikan yang menggeluti pendidikan di kalimantan barat.
“Kita bertemu silaturahmi dalam ajang olahraga. Harapannya sih sebenarnye solid ya. Guru makin solid, guru makin sehat, guru makin bahagia. Inikan bisa juga dianggap bagian dari refresing. Jadi refresingnya ini, menjadikan kita untuk kalau kembali ke ruang kelas, sudah pres. Ada inovasi inovasi baru, ada tukar fikiran dari kawan-kawan yang dari kabupaten lain dapat insight insight baru, sehingga ilmunya berkembang. Jadi pemerataan pendidikan melalui jalur informal seperti ini, bisa terjadi juga, ” kata Syarif Faisal, menerangkan. Bersama Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua PGRI Provinsi Kalbar, Dr. Muhammad Firdaus. M.Pd ucapkan terima kasih atas dukungan Pemprov Kalbar maupun Pemkot Singkawang yang telah banyak membantu suksesnya kegiatan Porsenijar.
Porsenijar, kata Muhammad Firdaus, adalah agenda rutin yang dilakukan PGRI khususnya di kalbar. Dan sebelum posenijar tingkat provinsi, kata dia, kawan-kawan melaksanakan Porsenijar di tingkat kabupaten/kota. Sehingga kawan-kawan yang ada pada saat ini, sudah melalui tahapan-tahapan di kabupaten/kota.
“Kemudian, setelah Porsenijar kita ini (tingkat provinsi), juara-juaranya akan mewakili Porsenijar di tingkat pusat. Porsenijar ini, dulunya hanya porseni, pekan olahraga dan Seni. Sekarang (tahun 2026) , olahraga, seni dan pembelajaran, ” ucap Muhammad Firdaus menjelaskan.
Tentunya PGRI berharap, lanjut dia, dengan porsenijar ini, seperti yang telah disampaikan bapak kadis, yang pertama meningkatkan solidaritas diantara seluruh pengajar baik itu tenaga pendidikan. Mudah-mudahan tahun depan porsenijar akan semakin baik. Dan dapat dukungan dari Pemerintah Daerah.
“Dan kami berharap dapat dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Barat sehingga beliau bisa hadir. Saya undang beliau untuk membuka kegiatan. Sampai saat ini kami dari PGRI Kalimantan Barat merasa bapak gubernur lupa atau tidak punya jadwal untuk hadir pada kegiatan besar seperti kegiatan PGRI Kalimantan Barat, ” ungkapnya.
(Ibnu Azan)












