BUDAYA  

Tundang Sari di Singkawang Menarik Perhatian Balai Bahasa Provinsi Kalbar

SINGKAWANG [KALBAR], NUSANTARANEWS.co – Adanya dukungan dari Pemerintah Kota Singkawang, penggunaan bahasa daerah (melayu) di lingkungan pendidikan, sebelumnya merupakan suatu hal yang sangat diharapkan. Lebih luas penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibu tersebut, secara regulasi sebagai upaya menguatkan perlindungan bahasa. Tidak hanya di lingkungan pendidikan saja. Penting juga, di lingkungan keluarga.

Dukungan dari Pemkot Singkawang, wujud dari harapan itu, diungkapkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar Dr. Uniawati, S.Pd.,M.Hum. Menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu di Kota Singkawang sebagai salah satu dari tiga wilayah tutur bahasa melayu dialek Sambas. Dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra, Oktober 2026.

“Kami sangat berharap, program yang kami laksanakan tidak sebatas diimplementasikan di lingkungan sekolah saja. Tapi yang paling penting adalah bagaimana diimplemetasikan di lingkungan keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari ketika berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Ayo kita menggunakan bahasa daerah yaitu Bahasa daerah yang memang dituturkan dimasyarakat khususunya di Kota Singkawang yaitu bahasa Melayu, ” kata Uniawati, memaparkan sambutan sekaligus tanggapannya. Pada penutupan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), yang berlangsung di rumah melayu Balai Serumpun Kota Singkawang, Selasa 20 Oktober 2026.

FTBI ajang implementasi penggunaan bahasa melayu, dilaksanakan secara kolaborasi. Antara Balai Bahasa Provinsi Kalbar dan Disdikbud Kota Singkawang melalui Kombel KKG Gugus dan MGMP Kota Singkawang. Dijelaskan Uniawati, menjaring bibit unggul. Guna menyertai kegiatan serupa di tingkat Provinsi Kalbar, pada 17 November 2026 mendatang, yang dilaksanakan secara daring.

Peserta, akan dinilai dengan mengirimkan video penampilan. Pemenang 1, 2 dan 3 pada setiap kategori lomba, kata dia, akan diundang untuk menerima hadiah, pada hari puncak FTBI tingkat provinsi.

Tundang Sari salah satu kategori lomba jenjang SD/MI dan SMP/MTs pada FTBI di Singkawang. Menginspirasi, menarik perhatian Uniawati. Lantaran seni pertunjukan yang tersaji pada Tundang Sari, tidak dominan pada tabuhan gendang mengiring lantunan pantun saja (tundang klasik).

Lebih menarik, menurut dia, Tundang Sari dikreasikan dengan gerakan seni tari yang selaras dengan pantun dan gendang oleh peserta. Ditambah pula penutur, tanpa membaca teks. Sehingga benar-benar menjadi penutur bahasa daerah yang baik.

“Saya benar-benar menikmati, hadir sebagai seorang penonton. Apa yang ditampilkan,” kata Uniawati.

Uniawati menyebut, akan memasukan Tundang Sari, sebagai salah satu kategori lomba, pada FTBI di Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Uniawati menjelaskan, pada tahun sebelum-sebelumnya, di tingkat provinsi, hanya lomba Tundang saja. Artinya tanpa Sari.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar ini, nyatakan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan berbagai kategori lomba jenjang SD/MI dan SMP/MTs, pada FTBI yang diselenggarakan secara penilaian seleksif di Kota Singkawang. Tidak dengan hanya penunjukan langsung untuk menyertai lomba ditingkat provinsi, nanti.

Sehingga peserta yang menyertai lomba, merupakan peserta yang betul-betu hasil dari proses penjaringan, sebagai peserta yang telah berprestasi di daerah.

Uniawati berharap serta menyarankan. Dalam menjaring potensi siswa, daerah lain dapat menyelenggarakan FTBI. Seperti yang telah diselenggarakan di Kota Singkawang.

(Ibnu Azan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *