Nusantara-news.id (Wajo – Sulsel) — Hari raya Idul Adha sering kali disebut juga dengan istilah lebaran haji. Perayaan umat Islam ini identik dengan prosesi penyembelihan hewan qurban bagi muslim yang mampu menunaikannya. Itulah sebabnya, Idul Adha bukan hanya disebut lebaran haji, tetapi juga hari raya qurban.
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha atau lebaran haji. Pelaksanaan hari raya ini dilakukan dengan cara menunaikan sholat ied di pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban
Seperti halnya di Masjid Nur Ida Royani Dawi, yang terletak di jalan Pahlawan Sengkang kabupaten Wajo, ratusan jamaah melaksanakan shalat idul adha, kamis (29/6/2023).
Ustadz Wasiatul Akmal yang bertindak sebagai imam shalat Idul Adha, dengan sangat merdu melantunkan ayat ayat suci Al-qur’an,
Sementara itu, Ustadz Muammar yang bertindak sebagai khatib menyampaikan beberapa pesan, diantaranya “pergunakan kesempatan yang ada untuk selalu bertobat atas segala dosa dosa yang telah diperbuat,”
Diakhir khutbahnya, Ustadz Muammar menyampaikan satu kisah tentang anak yang durhaka terhadap kedua orang tuanya, sehingga diakhir ajalnya anak yang durhaka tersebut tidak mampu mengucapkan kalimat tauhid.
Dari kisah tersebut dapat kita jadikan sebagai suatu pembelajaran agar senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, sebagaimana bakti Nabi Ismail kepada Ayahnya Nabi Ibrahim.
Selepas Khotib membacakan Khutbah, kegiatan Sholat Ied ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh umat yang ada.
Deden












