KKP Inisiasi Program Desa Pesisir Bersih Mandiri dalam Pengelolaan Sampah di Pesisir Kabupaten Banyuwangi

 

NUSANTARANEWS. co,  Banyuwangi -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen dalam pengelolaan sampah di wilayah pesisir untuk mengurangi kebocoran sampah laut. Permasalahan sampah laut khususnya sampah plastik di wilayah pesisir saat ini masih
kurang optimal dalam penanganannya. Suryo selaku Sub Koordinator Penanggulangan
Pencemaran menyampaikan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dari darat, menjadi tersendiri bagi pemerintah daerah.

Hal ini berpotensi terhadap
kebocoran sampah dari daratan yang masuk ke laut. Sampah plastik di laut jika tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka akan terjadi proses pelapukan menjadi
mikro dan nano plastik yang apabila masuk dalam ekosistem pesisir dan dimakan oleh biota laut (food-chain) dan dimakan oleh manusia maka akan berdampak pada kesehatan, ekosistem, ekonomi dan pariwisata.

Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, Pemerintah melalui KKP mendorong desa – desa di pesisir di Banyuwangi menjadi bersih dan mandiri dalam pengelolaan
sampah di sekitarnya.

Program Desa Pesisir Bersih yang diinisiasi KKP di Dusun Pancer,
Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaaran ini menjadi pilot dalam pengelolaan sampah skala desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Antusiasme kelompok dan masyarakat terhadap Program Desa Pesisir ditunjukkan dalam acara penyerahan bantuan dan peresmian sarana dan prasarana Desa Pesisir Bersih kepada kelompok KUB Bhina Karya.

Acara peresmian yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Desember 2022
di lokasi Sentra Kelola Sampah Pancer dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Perhutani, Pemerintah Kecamatan Pesanggaran, Pemerintah Desa Sumberagung, Forkopimcam
Pesanggaran, kelompok nelayan dan konservasi, serta mitra penggiat lingkungan Ecoranger yang menginisiasi awal program nelayan melaut mengambil sampah (fishing for litter).

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf saat dihubungi di Jakarta menyampaikan bahwa Kecamatan Pesanggaran menjadi lokasi
sasaran Program Desa Pesisir Bersih dikarenakan wilayah tersebut merupakan kecamatan pesisir dengan potensi wisata bahari yang cukup besar.

Melalui program Desa Pesisir Bersih diharapkan dapat menjawab tantangan bersama dalam pengelolaan sampah di pesisir Banyuwangi.

Selain itu diharapkan pula dapat menggerakkan perekonomian (sirkular ekonomi) yang berbasis pada pemberdayaan kelompok masyarakat di wilayah tersebut, sehingga sampah yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dapat segera ditangani.

Lebih lanjut Yusuf menerangkan bahwa bantuan sarana dan prasarana Desa Pesisir yang diserahkan kepada Kelompok KUB Bhina Karya berupa mesin pres sampah kering, motor roda 3 pengangkut sampah, bangunan rumah produksi sederhana dan
sarana pendukung lainnya tersebut menjadi stimulan bagi kelompok untuk dapat terus mengelola sampah di laut, khususnya sampah plastik secara berkelanjutan.

Dalam satu kali proses, mesin pres sampah plastik dapat menghasilkan sekitar 60-80 kg, sehingga dapat mengurangi volume timbulan sampah plastik yang telah di pilah sebelum diserahkan kepada off-taker dan mitra pengepul sampah.
Yusuf menegaskan bahwa Program Desa Pesisir Bersih di Pancer merupakan program percontohan (pilot project) sebagai salah satu langkah kongkrit yang dapat dilakukan dan direplikasi oleh semua pihak dalam menyelesaikan persoalan sampah laut khususnya di skala desa.

Pemerintah tidak dapat berbuat sendiri untuk menyelesaiakn
persoalan sampah laut, sehingga diperlukan dukungan semua pihak khususnya Daerah Kabupaten Banyuwangi bersama dengan mitra penggiat lingkungan, serta pelaku usaha untuk bersama-sama menyusun peta jalan (roadmap)
pengelolaan sampah yang ada di Kecamatan Pesanggaran sehingga terbangun sistem tata kelola sampah yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan konsep ekonomi sirkular.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Alief R. Kartiono menjelaskan bahwa pendampingan kelompok dan pembinaan kapasitas kewirausahaan kepada kelompok KUB Bhina Karya menjadi kunci dalam keberhasilan dan keberlajutan program Desa Pesisir Bersih.

Sampah plastik dan sampah anorganik lainnya dapat dimanfaatkan untuk produk daur ulang, sementara sampah organik
dapat dikelola menjadi energi biogas, kompos, serta maggot sebagai pakan alternatif
ikan dan ternak.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung Vivi Agustin mengapresiasi dan mendukung
Program Desa Pesisir Bersih yang telah diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan
di desanya. “Pemerintah Desa Sumberagung pada tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran untuk kelompok di Dusun Pancer Desa Sumberagung berupa mesin
pencacah yang akan digunakan dalam pengelolaan sampah organik menjadi kompos,”ujarnya dalam acara serah terima Program Desa Pesisir Bersih.

Sukamto selaku Ketua Kelompok KUB Bhina Karya berharap untuk terus diberikan pendampingan khususnya dalam pemasaran serta peningkatan kemampuan anggota
agar kedepan dapat mengelola menjadi unit usaha yang dapat menyejahterakan
anggota,” pungkasnya.

Sumber berita: Suryo Prasojo,  M.Sc, sub kontraktor penanggulangan pencemaran Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Kecil Ditjen Pengelolaan Ruang Laut

(veri kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *