NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Sebuah karnival busana yang setiap tahun digelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival di Kabupaten Banyuwangi kini digelar kembali setelah 2 tahun terhenti karena Pandemi COVID-19. BEC Reborn menjadi ajang bergengsi dan daya tarik berbagai kalangan. Sebanyak 75 peserta berbagai kalangan mengikuti workshop Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) Reborn di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Kamis (24/11).
Mengangkat tema “Tamansarine Nusantara / The Diversity Of Banyuwangi Culture”, BEC Reborn membawakan sub-tema Osingnese, Chinese, Javanese, Madurese, Balinese, Mandarese, Arabian.
Mulai dari Sekolah Dasar hingga Mahasiswa turut meramaikan workshop BEC Reborn yang juga didampingi oleh para orang tua/ wali yang turut mensupport buah hatinya.
Dalam workshop BEC Reborn, peserta menerima materi mengenai runway, fashion dance, ekspresi, tari tradisional. Dalam hal ini dimentori oleh Om Sella, Bu Ririn, Annisa Febby, Nanda, Morint, Arby dan Zaky.
Annisa Febby menyampaikan, para peserta BEC Reborn ini mengikuti workshop guna menerima materi-materi yang penting dalam peragaan busana di event ini.
“Mengingat para peserta di BEC Reborn ini ada peserta yang baru tergabung, jadu butuh workshop seperti ini supaya mereka mendapatkan materi.” ungkap Annisa Febby.
Diharapkan para peserta siap dalam pagelaran BEC Reborn yang akan digelar pada Sabtu 10 Desember 2022 start Lorong Bambu Gesibu Blambangan dan Finish Kantor Bupati Banyuwangi.
[veri kurniawan]












