NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Gandrung Sewu yang digelar Sabtu, 29 Oktober 2022, tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Banyuwangi, tetapi berdampak terhadap kenaikan omset para pelaku industri Pariwisata Banyuwangi. Dari 50 UMKM dadakan yang menjajakan barang dagangannya di arena bazar Gandrung Sewu, omset mereka tembus Rp. 1,5 sampai Rp. 3 juta.
UMKM yang menggelar dagangannya di arena Gandrung Sewu, mulai dari pedagang makanan dan minuman, mainan anak-anak, souvernir dan batik.
Salah satunya adalah outlet Batik Sekar Bakung, milik Bu Is, yang berasal dari Kelurahan Bakungan. Satu hari kemarin omset penjualannya mencapai 3 juta rupiah, “Yang paling banyak udeng dan kain batik,” Ujar Bu Is dengan wajah berseri.
Lebih lanjut pemilik galeri batik di sekitar stasiun KA Banyuwangi Kota ini, berujar kalau rekan-rekanya sesama pembatik rata-rata nilai omset penjualannya hampir sama dengan dagangannya.
Sementara untuk toko oleh-oleh omset penjualannya naik antara 70 hinga 100 persen, Nuzul Manager Marketing Toko oleh-oleh Osing Deles, menyampaikan kenaikan omset tokonya saat event Gandrung Sewu meningkat hingga 90 persen.
Tidak hanya UMKM, pengusaha Rent Car Banyuwangi juga merasakan berkah dari gelaran Gandrung Sewu. Salah satunya PT Langgeng Trans Jaya pemilik Ponco Renr Car. Dari 20 unit kendraan yang dimiliki, mulai dari jenis Hiace, Inova Rebon dan Avanza semua laku. “Mulai tanggal 26 s.d 30 Oktober semua armada saya Alhamdulillah keluar,” Ujar pemilik Langgeng Kichen Resto ini.
Hal yang sama disampaikan oleh Taufik pengelola Rent Car yang basecamp nya berada di kelurahan Bakungan, “Hari Juma’at dan sabtu Kemarin saya sampai kehabisan unit kendaraan, terpaksa banyak permintaan yang tidak bisa saya layani” Ujar Taufik, yang berpengalaman mengelola travel di Bali ini.
Serupa dengan UMKM dan Rent Car hunian Hotel di Banyuwangi mulai tanggal 27 hingga 28 Oktober rata-rata tembus di angka 90 persen, sedangkan di tanggal 29 Oktober semua kamar sold out di angka 100 persen. Ferdian GM Luminor Hotel menyampaikan dari 81 kamar yang dimiliki Hotel Luminor, di tanggal 28 Oktober tingkat okupansinya tembus 100 persen sedangkan di tanggal 29 Oktober di angka 90 persen. Angka yang sama juga dirasakan Hotel Santika. Dari 125 kamar yang dimiliki, 122 kamar di huni tamu, sedangkan di tanggal 29 Oktober 119 kamar yang terjual.
”Dari 125 Kamar yang kami miliki ada 2 kamar yang tidak ready dan kami pakai sendiri, jadi di hari Jum’at itu 100 persen kamar kami soltout,” Ujar Edi GM Hotel Santika.
Semenatra itu M.Y Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, mengatakan berbagai event yang di gelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, selain bertujuan untuk promosi dan pelestarian seni budaya, event tersebut digelar dalam rangka menggerakkan ekonomi dan diharapkan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi
“Alhamdulillah dari data yang kami miliki gelaran gandrung sewu sangat dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat, khususnya pelaku industri pariwisata, semoga dari event gandrung sewu ini bisa menjadi pengungkit percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi” ujar Bramuda.
[veri kurniawan]












