Banyuwangi Terpilih Sebagai Pilot Project Desa Pesisir Bersih dari Kementerian

Pemaparan dari KKP dan Sekdin Perikanan Banyuwangi di Ruang Dinas Perikanan

NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi terpilih sebagai pelaksanaan kegiatan percontohan (Pilot Project ) ” Desa Pesisir Bersih” dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Desa yang dipilih berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Suryo Prasojo selalu Sub Kordinator Penanggulangan Pencemaran Kementerian Kelautan Perikanan menjelaskan rangkaian yang sudah ada dan akan dijalankan

Salah satu program keberlanjutan yang dijalankan di Banyuwangi yaitu ” Desa Pesisir Bersih ” sebagai percontohan kita ambil di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. ( 22 / 10 )

” Hal ini sebagai upaya bersama untuk mensinergikan dengan pemerintah daerah dari program bulan cinta laut yang dicetus oleh KKP dengan mitra kita untuk melakukan edukasi atau kampanye peduli terhadap sampah, ”

Harapannya dengan adanya desa pesisir bersih ini target akhirnya bagaimana desa pesisir mampu secara mandiri mengelola sampah yang ada di sekitar nya selain sampah yang ada di laut.

” Kelompok yang sudah kita identifikasi dan verifikasi serta melihat kondisi di lapangan juga masyarakat meminta mesin press. Alat ini berfungsi untuk mengurai volume sampah yang sudah dikumpulkan dan dipilah oleh warga, ” ujarnya

Selain mesin pres kita juga siapkan rumah produksi berbentuk bangunan sederhana atau semi permanen . Lalu ada kendaraan roda tiga sebagai upaya untuk jemput bola pengambilan sampah, dan ada tas sampah yang kita sediakan di masing – masing rumah warga yang menjadi anggota kelompok peduli terhadap sampah

Jadi KKP bagian yang mengelola pulau – pulau terkecil konsen terhadap penanganan sampah yang ada di laut. Karena sampah memiliki dampak yang sangat buruk terhadap ekologi, ekosistem dsn biota yang ada di laut

“Efeknya juga bisa kepada manusia. Ketika plastik ini di laut dan terurai menjadi mikro plastik dan masuk ke rantai makanan di laut utamanya ikan dan kemudian ikannya dimakan manusia maka bisa terjadi stunting, ”

Kami dari Kementerian Kelautan sebagai anggota pokja 3 di Tim Kordinasi Nasional Pengendalian Sampah Laut yang telah ditetapkan di Perpres mendapatkan bagian untuk penanganan sampah di laut

” Kami konsennya mendukung program pemerintah yaitu pengurangan sampah plastik hingga 70 persen sampai tahun 2025. Sumber sampah yang ada di laut berasal dari darat dalam arti aktivitas manusia yang ada di darat lalu terbuang di sungai dan pada akhirnya ke laut, ”

Kegiatan besar yang dilakukan KKP untuk menangani sampah di laut dan kita coba gaungkan bersama dengan programnya bernama Bulan Cinta Laut.

” Bulan cinta laut ini pertama kali dilakukan bulan Januari 2022 di Jogja. Disitu muncul komitmen seluruh pemerintah daerah bagaimana menjaga laut ini agar bebas dari sampah. Misalkan dengan nelayan bulan cinta laut yaitu dengan cara nelayan mencari ikan sambil mengambil sampah yang ada di laut, ”

Suryono Bintang Samudra selalu Sekretaris Dinas Perikanan Banyuwangi menjelaskan pada NusantaraNews.co usai kegiatan

Jika rekan – rekan sudah diberikan pembekalan, ketika pengelolaan sampah dilakukan di kawasan pesisir maka dari KKP ini tinggal masuk saja

” Ini salah satu bentuk sinergitas antara pusat, daerah dan lembaga atau NGO yang bergerak di bidangnya. Kita punya sumberdaya manusianya atau nelayan. Nah ini kita bina, jika anggaran dari KKP saja tidak cukup maka ditingkatkan lagi kemampuan nya yaitu bukan hanya menangani sampah di laut tapi bagaimana bisa menjadi nilai ekonomi sampah tersebut, ”

Kita banyak kelompok usaha bersama atau KUB, saat tidak musim ikan atau waktu luang seusai menangkap ikan, nelayan bisa melakukan pengelolaan sampah organik atau plastik. Jadi program dari pusat ini sangat bersinergi sekali untuk pemkab Banyuwangi, karena pada tahun 2021 kita juga memiliki program yang hampir sama, tegas Suryono

Kelompok nelayan ini kita berikan wadah juga jadi kelompok masyarakat pengawas ( Pokmaswas) karena mereka bersinergi dengan kegiatan sehari – harinya.

” Tugas dan fungsi mereka juga melakukan pengawasan sumber daya ikan, pelestarian dan pemulihan sumber daya ikan yang ada di wilayah pesisir. Karena dari pemerintah daerah sendiri memerangi terhadap sampah, ” imbuh Suryono

” Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir utamanya para nelayan yang ada,” tegas Suryono

[veri kurniawan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *