Butuh Kepedulian Pemerintah , Pagar SD Negeri 10 Juli Perlu Segera Dibangun

Laporan : Suherman Amin Bireuen Aceh

NUSANTARANEWS.co, Bireuen – Ketua Komite Sekolah SDN 10 Juli Teungku Hasri Abdullah menyebut. pagar SD N 10 Juli yang berlokasi di Abek Budi Kec Juli Kabupaten Bireuen sangat memprihatinkan dan perlu segera dibangun .

Demikian harapan Ketua Komite sebagaimana disampaikan melalui media ini Kamis, 20 Oktober 2022.

Disebutkan apabila pagar tersebut tidak segera dibuat setiap hujan air dari pegunungan Selatan masuk ke halaman pekarangan sekolah.

Teungku Hasri Abdullah menyebut kemarin Rabu pertemuan dengan Majelis Pendidikan Aceh ( MPA ) Kabupaten Bireuen pada saat kunjungan MPA Kabupaten Bireuen Drs H Faizin Yusuf M.Pd dalam rangka pemberdayaan Komite sekolah dan Madrasah dalam peningkatan mutu layanan pendidikan menuju sekolah penggerak tahun 2022 bersama unsur Majelis Adat Aceh (MAA) Drs H Suherman Amin untuk memantau tentang Kearifan Lokal dan pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan.

Dijelaskan, Rabu petemuan, malam harinya hujan dalam insentitas tinggi sekagus tergenang air hingga hari ini Kamis (20/10) dipekarangan sekolah.

Dijelaskan, SD Negeri 10 Juli yang terletak di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli yang jarak 10 km dari Bireuen sangat merasa senang kedatangan Pengurus MPA dan diterima Kepala sekolah Suryadi S.Pd, Komite Sekolah Teungku Hasri Abdullah, dan seluruh dewan guru yang sudah nenunggu dengan .sangat ceria dan ramah.

Ironisnya saat pertemuan sekira setengah jam antara anggota MPA dan seluruh personil sekolah peserta didik satupun tidak keluar dan mereka belajar kelompok diawasi ketua kelas .

Komite Sekolah Hasri Abdullah dan MPA mengacungkan jempol terhadap kepatuhan anak SDN 10 Juli.

Di sisi lain Komite Sekolah SD 10 Teungku Hasri Abdullah menyampaikan perlus perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen bahwa sekeliling pagar sekolah berupa pagar kawat berduri yang dibangun sejak berdiri sekolah tahun 1985 sampai sekarang belum pernah diganti.

Jadi harapannya 80 meter pagar atas kehadiran dan pertemuan dengan MPA kemarin agar dapat diteruskan dan ditindak lanjuti untuk pembangunan pagar sekolah.

Ditambahkan, dirinya merasa sangat menprihatinkan keadaan pagar sekolah karena terkait ketahanan sekolah terganggu bila ada ternak lepas masuk ke pekarangan sekolah. Begitu juga kalau hujan lebat air tergenang dipekarangan sekolah sehingga guru dan murid terpaksa buka sepatu baru menuju dipintu kelas.

Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin sekolah yang sudah baik bakal lapuk dan berdampak terhadap mutu pendidikan.

[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *