Atasi Kendala Ketersedian Pupuk Subsidi, Petani Tegaldlimo buat NPK Sendiri

Kunjungan Bupati Ipuk dan Dinas Pertanian Pangan ke Tempat Pembuatan Pupuk

 

NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Dampak dari diterapkannya Permentan No 10 Tahun 2022 tentang pembatasan Jenis Pupuk dan Komoditas yang disubsidi membuat petani di wilayah Kecamatan Tegaldlimo membuat inovasi pembuatan pupuk NPK sendiri

Dari 9 komoditas yang disubsidi yaitu Padi, jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah, Bawah Putih , Kopi , Tebu dan kakao Rakyat. Komoditas utama di wilayah Tegaldlimo yaitu buah naga dan jeruk tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Hal ini diungkapkan oleh Slamet Heri Kristanto salah satu petani di desa Kedungasri Kecamatan Tegaldlimo.

“Bagi kami petani buah naga dan jeruk dampak dari peraturan ini sangat luar biasa, kami terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya 1 juta lebih per kwintalnya,” tegas Heri.

Belum lagi biaya obat obatan yang mahal dan didukung harga yang naik turun. Dari kondisi yang dialami tersebut, Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Tani Makmur yang diketuai oleh Heri, bersama Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegaldlimo serta Pendampingan dari Dinas pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi dan UPT Proteksi TPH Provinsi Jawa Timur mulai mengembangkan pembuatan NPK Organik.

Hal ini didasari oleh Kesadaran akan pupuk bersubsidi yang semakin sedikit dan sulit didapat, dan adanya pemanfaatan bahan alami yang ada di alam untuk diolah menjadi pupuk N P dan K Organik sebagai Solusi dalam Mengahadapi Keterbatasan persediaan pupuk bersubsidi.

“Proses pembuatan NPK organik ini sangatlah mudah dengan pemilihan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada lingkungan. Unsur N dapat dibuat dari Kacang hijau atau kedelai ditambah Nanas, beras atau ketan , air kelapa sama EM4, sedangkan unsur P bisa dibuat dari bongkol pisang dan unsur K dibuat dari buah – buahan yang busuk,”

Proses pembuatannya mudah dan murah dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar dan waktunya tidak lama, hanya 14 hari jadi. Cara aplikasinya juga sangat mudah, tinggal dicampur air lalu dikucur atau disemprotkan pada tanaman, tambah Heri.

Dari beberapa petani yang sudah mencoba mengaplikasikan NPK Organik ini mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan diperoleh hasil yang tidak kalah dengan yang menggunakan kimia murni.

“N P dan K Organik Menjadi SOBAT ( Solusi “HEBAT” Hemat Efisien Berkelanjutan Aman terkendali) bagi petani sebagai solusi menciptakan petani mandiri pupuk,” tegas heri.

[veri kurniawan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *