NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Keseriusan pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penanganan penyebaran PMK mendapat angin segar. Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pertanian mendapatkan 3.300 dosis dalam penanganan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ).
Hal tersebut layak disambut positif bagi para peternak hewan, khususnya bagi para pedangan hewan kambing dan sapi menyambut hari raya haji.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Muhasmah Khoiri, SP, Msi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Nanang Sugiyarto menjelaskan pada NusantaraNews.co ( 26/6)
Vaksinasi PMK sudah dimulai di kabupaten Banyuwangi hari ini kita masih mendapatkan jatah 3.300 dosis masih sangat jauh dari total polusi di Banyuwangi vaksin kali ini difokuskan untuk sapi perah, diutamakan dan pada sapi potong yang memiliki resiko tinggi. Artinya berada di kawasan sekitar sapi perah daerah perbatasan kemudian daerah-daerah sekitar kejadian wabah sehingga membentuk pola ring vaksinasi, jelas Nanang.
Vaksin ini setelah diaplikasikan nanti akan diulang lagi selama 4 minggu ke depan dan kemudian diulang lagi 6 bulan kemudian
” Syarat vaksin ya intinya ternaknya harus sehat tidak menunjukkan gejala sakit apalagi menunjukkan gejala PMK. Umur minimal 2 minggu dan memiliki angka hidup atau masa pemeliharaan yang lama,”
Pelaksanaan kegiatan sudah dimulai hari Sabtu kemarin dan harus selesai 4 hari kemudian dan ini dilaporkan secara online Real Time melalui isiknas sistem informasi kesehatan hewan nasional yang sistemnya sama dengan hampir sama dengan program peduli lindungi untuk vaksin covid 19.
” Pendataan berbasis pada peternak yang memiliki Nik sehingga semua sapi-sapi terdaftar yang nantinya akan divaksin secara massal di tahap-tahap selanjutnya,”
Jadi masyarakat bersabar dulu karena jumlah vaksin kita masih sangat terbatas tapi pemerintah tetap akan melaksanakan semua ternak sapi khususnya akan divaksin PMK ini, imbuh Nanang.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh dokter hewan dan paramedis kesehatan hewan di seluruh Kecamatan.
(veri kurniawan)












