Banyuwangi aman dari hepatitis misterius, ini himbauan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat

 

NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Ramai di pemberitaan terkait penyebaran hepatitis misterius di tingkat nasional, Pelaksana Tugas ( Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi memberikan himbauan pada seluruh lapisan masyarakat tentang pencegahan hepatitis misterius meskipun hingga kini Kabupaten Banyuwangi tidak ada yang terjangkit penyakit tersebut.

Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat menjelaskan pada NusantaraNews.co saat diwawancarai, alhamdulilah Banyuwangi aman dari hepatitis misterius.

” Rilis dari Provinsi, ada 18 kabupaten kota yang ada kasus hepatitis namun tidak termasuk Banyuwangi. Jadi Alhamdulillah Banyuwangi aman. Namun meskipun aman, kita himbau pada masyarakat untuk melakukan pencegahan dan sudah kita siapkan seluruh tenaga kerja kesehatan untuk siap siaga, jelas Amir”.(10/5)

Pada tanggal 5 Mei 2022 kemarin pak Sekda mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah dan seluruh pimpinan dinas kesehatan untuk menyampaikan pada masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan sebagaimana rilis dari menteri kesehatan terkait hepatitis misterius.

” Namun meskipun untuk meningkatkan kewaspadaan pada seluruh masyarakat tidak boleh cemas. Kalau ada gejala hepatitis misterius itu hampir sama dengan hepatitis pada Umumnya yaitu menyerang pada saluran cerna, terang Amir”.

Jika ada gejala tersebut di keluarga, kerabat maka segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Karena menyerang saluran cerna maka gejala lain seperti diare, muntah, nyeri di saluran cerna, kehilangan selera makan. Di stadium lanjut itu akan menyebabkan kekuningan pada kulit dan mata hingga urine berwarna gelap seperti teh, imbuh Amir.

Upaya pencegahan nya yang pertama adalah peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Meningkatkan higienitas makanan minuman dengan menggunakan alat makanan sendiri kalau perlu.

” Selain itu, minum air matang yang sudah direbus, yang tidak terkontaminasi dengan virus. Untuk para penjual makanan dan minuman juga kita himbau supaya menggunakan air mengalir untuk mencuci alat makanan dan minuman.Kalau misalnya tidak menggunakan air mengalir kita sarankan menggunakan alas, misalkan piring dikasih kertas minyak, ungkap Amir”.

Dihimbau juga bagi masyarakat agar tidak berenang di kolam renang umum. Hindari memegang handle pintu di tempat yang dipegang oleh banyak orang.

(veri kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *