LARANTUKA, NUSANTARANEWS.co – Warga penyintas erupsi Gunung api Lewotobi yang menghuni Hunian sementara (Huntara) di Desa Konga Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores timur, kembali mendapat perhatian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kali ini, Partai dengan lambang kepala bateng itu , hadir di Hunian sementara di Desa Konga, Kecamatan Titehena untuk mengelar pengobatan gratis dan menyerahkan paket bantuan Sembako kepada warga penyintas.
Pantauan media di lokasi Huntara Desa Konga, Jumad (18/9/2026) , terlihat pelayanan kesehatan terhadap warga penyitas langsung di koordinir oleh tim dokter dari Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan.
Berdasarkan informasi yang media terima dari tim Medis Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, pimpinan dr. Ananta Simanjuntak dan dr. Jonah Elisabeth, terdapat 205 warga penyitas yang hari ini (Jumad, 18/9/2026) menerima pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Dalam keterangannya kepada media ini, ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Yunus Takandewa, SPd menyebut, rute perjalanan Rumah sakit Apung Laksamana Malahayati dari BAGUNA DPP PDI Perjuangan adalah dalam rangka membantu korban bencana Flores.
” Rumah sakit Apung Laksamana Malahayati saat ini ada di Maumere, Kabupaten Sikka ” ujar Yunus Takandewa
Menurutnya, sudah tiga minggu lebih, tim dokter Rumah sakit Apung Laksamana Malahayati melayani warga terdampak becana Flores dari Labuan Bajo hingga Maumere. Hari ini sebut Yunus Takandewa, tim PDI Perjuangan mendatangi penyintas di Huntara Desa Konga di Flores timur dan selanjutnya besok (Sabtu, 19/9/2026) tim kesehetan Rumah sakit Apung Laksamana Malahayati DPP PDI Perjuangan dan tim DPD PDI Perjuangan NTT akan menuju Kabupaten Lembata untuk melihat lebih dekat kondisi warga terdampak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.
Menyoroti soal Peyintas Gunung Api Lewotobi yang masih berada di pengungsian, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT ini menyatakan prihatin terhadap kondisi pengurusan Hunian tetap (Huntap) yang masih belum juga rampung.
” Saya berharap Pemerintah pusat dapat memberikan atensi cukup untuk secepatnya membangun hunian tetap bagi warga” tegas Yunus Takandewa.
Menurutnya, kondisi peyintas yang mendiami Hunian sementara di Desa Konga saat ini dalam pengamatan DPD PDI Perjuangan NTT, cukup menyedihkan.
Lokasi ini rentan banjir. Untuk itu wajib di perhatikan apalagi jelang musim penghujan.
Genangan air dilokasi Hunian sementara lanjut Yunus Takandewa, berpotensi menebar wabah penyakit.
Kondisi air bersih bagi warga juga belum tersedia secara baik.
Warga penyintas dalam dialognya menyebut, harus mengeluarkan uang pribadi untuk mengakses air bersih.
“Ini sungguh memprihatinkan” sebut Yunus Takandewa.
Yunus Takandewa juga menyebut terus membangun komunikasi intens dengan Pemerintah daerah Flores timur soal percepatan pembangunan Huntap bagi warga penyitas Gunung api Lewotobi yang masih berada di pengungsian.
Untuk itu dalam komitmen partainya sebut Yunus Takandewa, terus mendorong dan menyuarakan agar tiga (3) lokasi Huntap yg sudah diproses Pemerintah agar tahun ini segera ditetapkan. Hal ini sambung Yunus Takandewa, agar urusan Huntap jangan terus berulang tahun kembali.
Menurutnya, soal urusan pembangunan Huntap harus lebih terfokus sehingga jangan sampai hari ini kami datang atau banyak pejabat yang datang hanya sekedar berjanji untuk membangun dan terus berjanji untuk membangun tetapi tidak pernah bisa membangun, karena Negara wajib hadir dan tidak membiarkan warga terlalu lama dalam kondisi memprihatinkan karena minim fasilitas.
Soal gelar kegiatan pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan sembako bagu warga penyitas di Hunian sementara Desa Konga juga direspon anggota DPRD Flores timur dari Fraksi PDI.Perjuangan Condrad Kusno Wada.
Terpisah Kusno Wada dalam keterangannya menyebut, rute panjang pelayanan Rumah sakit Apung Laksamana Malahayati dari Baguna DPP PDI Perjuangan untuk bencana Flores merupakan solidaritas partai dengan kondisi kebencanaan di Flores juga termasuk kondisi peyintas di Flores timur dan Lembata.
Soal kondisi warga penyintas di Desa Konga dalam pantauan kata Kusno Wada, masih terkait kepastian Hunian tetap.
Menurutnya, sepakat dengan apa yang di sampaikan ketua DPD PDI Perjuangan Yunus Takandewa, agar Pemerintah lebih fokus dalam pengurusan pembangunan Huntap bagi warga peyintas.
Kondisi lambannya proses pembangunan Huntap lanjut Kusno Wada, bisa berdampak pada kejenuhan warga peyintas yang berada di pengungsian. Jika lokasi belum bisa di pastikan oleh Pemerintah Flores timur sebut Kusno Wada, fraksi PDI Perjuangan DPRD Flotim siap membantu untuk menemukan lokasi baru.
Menurutnya, dalam konteks urusan pengungsi di Flores timur, fraksi PDI Perjuangan tetap mendorong percepatan pembangunan Huntap. Namun beliau terus mengingatkan agar dalam pengurusan lokasi Huntap perlu fokus dan menghindari narasi berlebihan dalam garansi kepastian lokasi Huntap. (MB)












