BUDAYA  

Brigjen TNI Achmad Fauzi Hadiri Ritual Adat Bapinta di Ngabang

LANDAK, KALBAR, NUSANTARANEWS.co –  Brigjen TNI Achmad Fauzi menghadiri ritual adat Bapinta atau meminta hujan yang digelar masyarakat adat Dayak Kanayatn di Tugu Pakat Binua Pantu Seratus di Terminal Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (5/9/2026).

Ritual adat ini juga dihadiri Pasis Sesko TNI yang sedang melaksanakan penyuluhan dan penelitian di Kabupaten Landak, Forkopimda, Forkopimcam, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ngabang, Cahyatanus bersama Sekretaris DAD Kabupaten Landak, Marsianus dan jajaran pengurus DAD, Ketua DPC Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Kabupaten Landak, Junghi Suhardi, bersama Ormas lainnya, para Timanggong, serta masyarakat setempat.

Mengawali sambutannya, Ketua Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI Brigjen TNI Achmad Fauzi menyapa warga dengan sapaan khas Dayak, “Adik Ka Talino’ Bacutamin Ka Saruga’ Basengat Ka Juba.”

“Mudah-mudahan dengan ritual adat yang digelar masyarakat adat Dayak ini, alam akan memberikan keberkahan dari Yang Maha Kuasa,” ujar Sang Jendral Bintang Satu itu.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Achmad Fauzi juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk bersama-sama menjaga alam, menjaga kesehatan di tengah kabut asap, dan menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.

Ritual Bapinta merupakan tradisi masyarakat Dayak Kanayatn untuk memohon kepada Tuhan agar diturunkan hujan, terutama saat musim kemarau dan kabut asap yang saat ini melanda Kalimantan Barat.

Bagi masyarakat setempat, rangkaian upacara adat tersebut merupakan bentuk simbolik dan ekspresi budaya dalam menyampaikan doa serta permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Kehadiran tersebut tidak dimaksudkan untuk mengikuti atau mencampuri aspek ritual maupun keyakinan tertentu, melainkan sebagai wujud toleransi, penghormatan terhadap tradisi masyarakat, serta upaya membangun komunikasi dan kebersamaan.

Nilai-nilai adat yang diwujudkan melalui simbol dan prosesi budaya tersebut pada hakikatnya merupakan ungkapan masyarakat dalam memohon pertolongan dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penghormatan terhadap adat tetap dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap akidah dan keyakinan masing-masing.

Kehadiran unsur TNI, DAD, Forkopimda, Forkopimcam dan masyarakat dalam ritual adat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian alam dan menanggulangi dampak karhutla di Kabupaten Landak.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *