NUSANTARANEWS.co – Kabupaten Cirebon, – Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon ke sentra peternakan ayam kampung Kelompok Tani TANTERIKA pada Rabu (6/5/2026) menjadi perhatian tersendiri. Selain melihat langsung perkembangan usaha peternakan, kunjungan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan para mitra peternak.
Dalam kunjungan tersebut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya, ST., M.Si, Kepala Bidang Peternakan Denny Nugraha, Mardi dari UPT RPH Batembat, pengurus Makom Albab KH. Syafi’i Muin, serta perwakilan Kelompok Tani Sorgum Silihwangi Desa Beber, Kuwu Momon dan Ir. Khairudin.
Diskusi yang berlangsung hangat membahas pengembangan usaha peternakan ayam kampung berbasis kemitraan, mulai dari penetasan, pembibitan hingga pembesaran ayam.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya mengapresiasi langkah Kelompok Tani TANTERIKA yang dinilai berhasil membangun pola usaha kolaboratif dan terintegrasi.
“Kolaborasi antar mitra seperti ini harus terus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Denny Nugraha. Menurutnya, pola kemitraan yang diterapkan TANTERIKA sudah mengarah pada sistem peternakan modern berbasis kolaborasi.
“Kami melihat sistem yang dibangun sudah cukup baik. Tinggal diperkuat dari sisi manajemen, standar teknis, dan kesinambungan produksi agar dapat menjadi role model bagi kelompok tani lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Mardi dari UPT RPH Batembat menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit ternak. Namun di sisi lain, drh. Gharsina menilai kondisi kesehatan ayam kampung di TANTERIKA cukup baik meskipun sebagian belum menggunakan vaksin.
“Ini menunjukkan manajemen pemeliharaan dan kualitas pakan yang diberikan sudah berjalan baik. Selama perjalanan usaha juga belum ditemukan kasus kematian massal akibat penyakit tertentu,” ungkapnya.
Ketua Bidang Sosial Ekonomi Makom Albab, KH. Syafi’i Muin menjelaskan bahwa Kelompok Tani TANTERIKA merupakan bagian dari program pembinaan ekonomi masyarakat berbasis sektor riil.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya kuat di sektor keagamaan, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi yang nyata,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Kuwu Desa Beber, Momon. Ia menilai semangat kebersamaan dan kemitraan yang dibangun TANTERIKA dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya, termasuk sektor pertanian sorgum.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani TANTERIKA, Suhendana atau yang akrab disapa Restu, mengatakan bahwa perkembangan kelompoknya dibangun dari proses panjang dan kekompakan para anggota.
“Kami memulai dari skala kecil dua tahun lalu. Alhamdulillah sekarang mitra terus bertambah dan kami berharap usaha ini bisa semakin berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Para mitra peternak juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk pendampingan teknis, bantuan sarana prasarana, maupun akses pasar yang lebih luas.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama menikmati ayam kampung goreng serundeng dan telur ayam kampung sebagai simbol kebersamaan serta hasil nyata dari usaha peternakan yang sedang dikembangkan.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Kelompok Tani TANTERIKA dapat menjadi salah satu sentra peternakan ayam kampung berbasis kemitraan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Cirebon.
(Raden Prawira)












