BUDAYA  

Balas Pantun Menuju Pelaminan   Antar Pengantin Laki-Laki Adat Melayu Aceh di Stabat-Langkat

NUSANTARANEWS.co, Stabat – – Prosesi pelaksanaan pesta pernikahan adat istiadat Aceh – Melayu ( resam) kusus Daerah Stabat Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Intat Lintoe Baroe ( Acara mengantar pengantin laki -laki ) , Sabtu (26/12) mengikuti adat perkawinan di  Stabat  bervariasi.

Proses dalam kegiatan antar pengantin laki-laki “ Intat Linto “ ( Antar Pengantin Laki-laki – bahasa Aceh-red) setibanya di rumah pengantin perempuan ( Dara Baroe) sebelum masuk ke rumah untuk duduk di pelaminan diterima dengan berbalas pantun sembari pengantin mempelai wanita masih dibelakang tirai barulah setelah selesai berbalas pantun mempelai wanita dibuka tirai  dan  masuklah pengantin laki- laki  ke pelaminan dan duduk bersama pengantin wanita diwarnai dengan tim zikir dari group Stabat.

Kedua mempelai yakni keluarga Wanita anak dari  Azhari  dan keluarga mempelai Pria anak dari Eruddin, SH/ Zahriana, S. Ag yang sangat harmonis.

Seluruh tamu sangat terhibur dan bercampur kaget dan haru karena “ Linto Baroe” bersama rombongan disambut dengan tarian khas mereka “ Melayu “ serta dipandu para gadis dari Tim Kesenian yang juga oleh MC selaligus berbalas pantun.

Setelah itu disambut pihak keluarga pihak perempuan setelah Lintoe Baroe dipersilakan masuk  diantar ke pelaminan yang di sana sudah ditunggu oleh pengantin perempuan untuk duduk bersama di pelaminan.

Selain itu acara peusijuk (Tepung tawar) yang disalami keluarga mempelsi pria sekaligus memperkenalkan keluarga.

Tgk. Syamsul sosok tokoh warga Stabat menyebut   di Stabat resam adatnya  memang demikian ketika  pelaksanaan antaran pengantin laki-laki ke rumah pengantin pihak perempuan dan itu memang budaya yang dilestarikan  ( Rel / M Husen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *