Kisah nyata ini terjadi tahun 1939 Hasan Ligat Menebas Dua Serdadu Belanda

Catatan Arif Andepa edisi : ke empat belas

Ibunya Hasan dalam kondisi lemah namun ikut juga menghadang dan meminta agar Hasan bersabar jangan mengikuti hawa nafsu,
kalau Hasan tidak mau mendengar ibu, kalau Hasan tidak mengakui saya ibumu, biarlah ibu duluan yang mati, ketimbang harus menanggung malu dengan masyarakat,

Pulanglah bang Hasan ungkap Johan, biar saya yang menjemput kak Habibah dan Tgk Hanafiah karena saya dan ibu juga ikut mendukung perkawinkan mereka…. Ayo pulanglah bang……

Hasan menjawab ….
Ya saya akan pulang dengan catatan Johan harus menjemput Habibah dan piah, saya tunggu mereka dirumah….

Kemudian Hasan sambil nunduk melangkah pulang kerumah tanpa bicara sepatah katapun.

Sesudah sampai dirumah, masyarakat masih ramai menemani karena suasana semakin mencekam.

Johan mendekati dan membisik ketelinga ibu ….. Bu,…. apa boleh saya menjemput Kak Habibah dan piah atau kita berdiam diri dirumah,?

Jemput saja kata ibu, tetapi kalau mereka sudah sampai kehalaman rumah, kita berdiri dibarisan depan, Habibah dan Hanafiah dibelakang kita, kalau Hasan benar menebas mereka, biarlah kita duluan yang mati.

Johan sepakat dan sependapat dengan ibu kemudian Johan berangkat menjemput kak Habibah dan tgk Hanafiah, sesudah sampai dirumah tgk. Hanafiah, Johan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya, rencananya bang Hasan mau datang kemari tetapi kami melarang supaya tidak terjadi keributan biar saya saja kemari, kata Johan.

Sewaktu mendengar keinginan tersebut, tgk Hanafiah dan kak Habibah lansung pinsan….Waduh….. Waduh….. Gawat ini Bersambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *