Memori waktu kecil Arif Andepa
Nusantaranews. co. Bireuen – Tikoeh ( Tikus) salah satu jenis binatang yang gemar memakan apa saja dan tikus tergolong hama tanaman yang harus diawasi sejak menabur benih sampai masa panen.
Konon pernah sekali waktu seorang Pak Tani setelah menanam padi bekerja mencari nafkah ditempat lain jauh dari sawahnya. Dan ketika waktu panen tiba pak tani tersebut kembali ke sawah ternyata gerombolan tikus sudah duluan memanen padinya tanpa menyisakan sedikitpun.
Tikus tergolong binatang paling jahat tidak berkepribinatangan baik posisinya berada di sawah, di ladang, di rumah maupun di kantor sama saja.
Tikus tergolong jenis binatang pengerat, giginya kecil tapi kerasnya minta ampun, rakus, tidak memiliki rasa malu, berperilaku licik, bila berhadapan terkesan lugu dan sopan maka berhati-hatilah jangan dengannya.
Pada musim tanam berikutnya pak tani tidak kehilangan akal, pada malam hari mengumpuljan dan melepaskan beberapa kucing ke sawah untuk menghalau tikus, setelah dilepaskan ternyata kucing lari terbirit-birit melihat tikus lebih besar darinya dan tidak ada satupun tikus yang stanting.
Kemudian pak tani menerapkan strategi baru, membeli sejumlah mercun kertas dan membakar di,setiap lobang persembunyian tikus dipematang sawah, dentuman demi dentuman suara mercun menggelegar dengan sangat dahsyat Dam….. Dum….. Dam….. Dum……
Gerombolan tikus bergegas keluar dari persembunyian lari pontang panting dan tak kembali lagi, mungkin suara dentuman masih mengumpal ditelinganya ( tunyee ) tetapi jangan lupa, yang namanya tikus bukan Marmud………












