Penulis Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss Uniki Bireuen
Musantaranews.co. – Dalam dunia akademik modern, kolaborasi internasional telah menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Universitas bukan hanya menjadi pusat pendidikan, melainkan juga agen perubahan sosial, pusat penelitian, serta motor penggerak pengabdian masyarakat.
Hal ini sesuai dengan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
Salah satu upaya nyata menuju pencapaian kegiatan Seminar Internasional yang diselenggarakan di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh, pada 25 Agustus 2025 di Aula Lantai III, pukul 09.00 WIB.
Seminar ini menghadirkan pemateri utama Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi, Direktur International Relation and Collaboration Centre dari International University Malaysia (INTI), yang juga didampingi oleh suaminya, Prof. Tri Basuki Kurniawan, Ph.D, seorang dosen senior di Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus konsultan pemerintah Malaysia di bidang keuangan, pertanian, kesehatan, dan tata kelola pembangunan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam konteks globalisasi, sebuah perguruan tinggi dituntut bukan hanya mampu mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan akademik internasional. Salah satu indikator keberhasilan internasionalisasi perguruan tinggi adalah keterlibatan dosen dalam riset kolaboratif lintas negara serta publikasi pada jurnal bereputasi internasional, khususnya yang terindeks Scopus.
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh, sebagai salah satu perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang, menyadari pentingnya peningkatan kapasitas akademik dosen. Sebagai langkah strategis, UNIKI menjalin kerja sama dengan International University Malaysia (INTI) dan menyelenggarakan Seminar Internasional pada 25 Agustus 2025 dengan tema Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Riset Kolaborasi dan Publikasi Artikel pada Jurnal Terindeks Scopus.
Isi Seminar internasional ini berfokus pada penguatan kompetensi dosen dalam menghadapi tantangan publikasi akademik global. Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi menyampaikan secara komprehensif bagaimana dosen-dosen UNIKI dapat: Memahami standar publikasi internasional, khususnya jurnal terindeks Scopus,
Menguasai metodologi penelitian yang mutakhir dan relevan dengan kebutuhan global, memanfaatkan riset kolaboratif lintas institusi dan lintas negara, menumbuhkan budaya akademik yang berorientasi pada kualitas dan integritas ilmiah.
Selanjutnya Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi sebagai narasumber utama, beliau menjelaskan strategi konkret dalam menembus jurnal internasional bereputasi, mulai dari penentuan topik penelitian, teknik penulisan akademik, etika publikasi, hingga penguasaan tools digital seperti reference manager dan perangkat analisis data. Dalam seminar ini, kedua akademisi menekankan bahwa kolaborasi riset bukan hanya pilihan, melainkan keharusan. Dosen harus mampu keluar dari zona nyaman penelitian lokal menuju riset kolaboratif internasional yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Namun kegiatan seminar ini menjadi momentum penting bagi penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Memorandum of Agreement (MOA) antara: Rektor UNIKI Bireuen, Dr. Zainuddin, SE., M.M, dengan Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi,
Direktur International Relation and Collaboration Centre INTI Malaysia
Isi Memorandum of Understanding(MOU) ini berisi kesepahaman umum tentang kerja sama akademik dan penelitian antara UNIKI dan INTI.
Pokoknya meliputi: Pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar, konferensi,dan kuliah tamu bersama, pengembangan penelitian kolaboratif lintas negara,Akses bersama ke jurnal dan database internasional, penguatan kapasitas institusi dalam tata kelola pendidikan tinggi
Disamping itu, Isi Memorandum of Agreement(MOA) lebih bersifat teknis dan operasional, di antaranya: Program pelatihan dosen UNIKI terkait penulisan artikel untuk jurnal Scopus merupakan database jurnal ilmiah yang memenuhi standard reputasi jurnal internasional, skema penelitian bersama yang dibiayai oleh dana hibah internasional, program joint publication antara peneliti UNIKI dan INTI, kegiatan student mobility program yang memungkinkan mahasiswa UNIKI belajar satu semester di INTI Malaysia.
Penerapan dual degree(Dua gelar akademik yang berbeda program study). Melalui MOU dan MOA ini, UNIKI Bireuen semakin memperkuat posisinya sebagai universitas yang berdaya saing internasional.
Simbol Kolaborasi Global bahwa peran mereka tidak hanya pada level domestik, melainkan juga internasional. Kehadiran mereka di UNIKI menunjukkan bahwa akademisi lintas negara bisa menjalin kerja sama dalam ikatan profesional sekaligus keluarga, sehingga memperkuat pesan tentang pentingnya unity in diversity kesatuan dalam keberagaman.
Kebijakan dunia akademik, bagi UNIKI Bireuen; Seminar ini membuka akses luas ke jaringan akademik internasional, dosen dan mahasiswa memperoleh wawasan tentang publikasi internasional, terbangunnya fondasi menuju kampus berdaya saing global. Selain itu Bagi INTI Malaysia: memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia, meningkatkan jejaring penelitian lintas negara. Bagi Dunia Akademik Indonesia–Malaysia, memperkuat hubungan bilateral melalui kerja sama pendidikan, menghasilkan penelitian bersama yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kesimpulan seminar internasional ini sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi Dosen: Peningkatan kompetensi dosen dalam riset dan publikasi.
Para narasumber menekankan pentingnya keterampilan metodologis, kemampuan menulis artikel ilmiah sesuai standar internasional, serta pemahaman etika publikasi. Kolaborasi riset lintas negara melalui kerja sama dengan universitas luar negeri, dosen dapat memperluas perspektif penelitian, mengakses sumber daya internasional, dan memperkuat jejaring akademik global.
Relevansi penelitian terhadap pembangunan. Riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi kebijakan publik, pengembangan ekonomi lokal, serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Deshinta menjelaskan strategi praktis menembus jurnal internasional terindeks Scopus, mulai dari memilih topik riset yang relevan dengan isu global, memanfaatkan reference manager, hingga menghadapi proses peer review.
Sementara itu, Prof. Tri Basuki menekankan bagaimana penelitian dapat diintegrasikan dengan kebutuhan pemerintah dan sektor strategis, seperti keuangan daerah, pertanian, dan kesehatan.
Isi Pokok Penandatanganan MOU antara Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin, SE., M.M. dengan Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi selaku Director for International Relation and Collaboration Centre of INTI Malaysia, mencakup: Pertukaran dosen dan mahasiswa
Penelitian kolaboratif dan publikasi bersama, Pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan dan academic writing workshop. MOU ini berlaku selama 5 tahun dan menjadi dasar implementasi kerja sama yang lebih teknis.
Selain itu isi pokok MOA ditandatangani dengan rincian program konkrit, antara lain: Target minimal 10 artikel kolaboratif UNIKI–INTI terbit di jurnal Scopus dalam dua tahun, Pertukaran mahasiswa dalam bentuk short course 1–3 bulan,
Program visiting professor dari kedua universitas, Konferensi internasional dua tahunan, Proyek pengabdian masyarakat berupa desa binaan dan digitalisasi UMKM di Bireuen, MOA berlaku selama 3 tahun dengan evaluasi tahunan.
Dengan penanda tanganan MOU dan MOA, kerja sama UNIKI–INTI diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik internasional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, nasional, dan internasional.
Selain itu juga diharapkan dari MOU dan MOA, UNIKI Bireuen dapat memperluas jejaring akademik internasional sehingga lebih dikenal di kawasan Asia Tenggara, Peningkatan kualitas riset dan publikasi dosen UNIKI pada jurnal terindeks global,
Meningkatkan daya saing lulusan UNIKI di pasar kerja internasional, mendukung pembangunan daerah Aceh melalui riset kolaboratif yang aplikatif. (red)












