NUSANTARANEWS.co, Medan — Bukan cuma jago bongkar pasang bodi mobil, para mekanik di Medan ini juga peduli atas Bumi. Puluhan mekanik yang tergabung dalam Tim Body and Painting Deltamas SM Raja Medan turun langsung ke alam untuk melakukan aksi tanam pohon dan bersih-bersih sungai, Minggu (15/6/2025).
Kegiatan ini digelar di kawasan Kabero Garden, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Momen ini juga jadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
1.Biasa Pegang Obeng, Kini Bawa Cangkul dan Karung Sampah
Biasanya disibukkan dengan onderdil dan body repair, para mekanik ini tampil beda saat membawa cangkul, bibit pohon, dan karung sampah. Mereka menyusuri bantaran sungai, memungut sampah plastik, dan menanam bibit pohon manggis, rambutan, hingga alpukat di sekitar area Kabero Garden. Suasana lebih hidup karena kebersamaan dan semangat gotong royong yang mereka tunjukkan sejak pagi.
“Kami sadar, limbah bengkel juga punya dampak ke lingkungan. Jadi lewat kegiatan ini, kami ingin berkontribusi langsung untuk menjaga alam,” ujar Kepala Bengkel Deltamas SM Raja Medan, Al Amin Rosa, saat diwawancarai di lokasi.
2.Semangat Hijau dari Balik Bengkel
Ide kegiatan ini berawal dari kepedulian pribadi Al Amin Rosa terhadap kondisi lingkungan di kota Medan. Jauh sebelum hari ini, Amin pernah menggeluti dunia cinta alam di masa SMA.
“Awalnya kami hanya diskusi kecil antar-rekan kerja. Tapi lama-lama tumbuh keinginan bersama untuk turun langsung ke lapangan. Bukan cuma bicara, tapi juga berbuat,” kata Al Amin.
Dia pun mengajak timnya untuk tak hanya memperbaiki kendaraan tetapi juga ikut “memperbaiki” alam. Dalam waktu singkat, dukungan mengalir dari para mekanik hingga manajemen bengkel.
Dengan semangat kolektif, Al Amin dan tim merancang kegiatan sederhana namun berdampak, yang akhirnya terwujud pada aksi tanam pohon dan bersih sungai ini. Dia berharap inisiatif ini bisa menular dan bermanfaat bagi orang banyak.
3.Dukungan dari Warga Setempat
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga sekitar, khususnya pedagang di tempat wisata itu. Beberapa warga turut membantu menanam pohon. Bagi warga Kabero Garden, kehadiran para mekanik membawa angin segar dan harapan baru bagi kondisi lingkungan yang sebelumnya kurang terawat.
“Selama ini sungai ini sering kotor dan belum ada pengunjung yang mau buat kegiatan seperti ini. Kami harap pengunjung dari luar banyak yang datang,” ujar Lina, pedagang di kawasan Kabero Garden, seperti dikutip dari idntimes.com, Rabu (18/6/2025) sore.
(KTS/rel)












