Foto : Peusijuk (tepungtawar) chj yang berangkat 25 Mai 2025.
Laporan : Suherman Amin Bireuen Aceh
Nusantaranews. co. Bireuen – Tidak lama lagi, tepatnya Minggu, 25 Mei 2025 para calon jama’ah haji asal Kabupaten Bireuen akan berangkat ke tanah suci Mekah dan Madinah untuk malaksanakan Rukun Islam ke lima .
Sementara di berbagai wilayah Aceh di tanah air, berbagai pihak terkait pelaksanaan ibadah haji tengah merampungkan persiapan akhir , guna menyongsong keberangkatan para jemaah calon haji ke tanah suci.
Di balik persiapan keberangkatan tersebut, terselip cerita menarik tentang beragam tradisi lokal yang turut mewarnai proses persiapan berangkatkan ibadah haji.
Lazim dilihat di berbagai daerah, masyarakat menyelenggarakan upacara pelepasan jemaah calon haji dengan balutan tradisi lokal dan kalau di Aceh mayoritas tradisi ” Peusijuk ” baik di rumah oleh keluarga maupun di Masjid-Masjid bertepatan jelang keberangkatan pelepasan.
Hal demikian tentu saja menyiratkan satu hal penting bahwa prosesi ibadah haji dapat bersandingan dengan harmonis bersama implementasi nilai moderasi beragama karena mengandung penghargaan terhadap khazanah budaya lokal.
Kenyataan ini terlihat dengan jelas saat pelaksanaan tradisi Peusijuk (Tepung Tawar ) Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bireuen, pada Mingg (25/5/2025).
Secara literatif, tradisi Tepung Tawar berawal budaya di Aceh sudah tercatat secara resmi sebagai Warisan Budaya Endatu ( nenek moyang) secara tradisi turun temurun.
Dalam pelaksanaannya, Peusijuk Tepung Tawar dijalankan dengan beberapa pelengkap acara, yakni daun seunijuk, padi, Rumput Samboe,yang diikat jadi satu untuk dicelupkan ke dalam air dan air wangi (air yang dicampur bedak, jeruk, dan bunga mawar).
Kelengkapan tersebut menjadi alat utama pelaksanaan acara, dengan prosesi mencipratkan sebagai teknisnya.
Dibarengkan dengan acara halal bihalal keluarga dan lingkungan serta mengundang Ustadh atau ulama yang diisi dengan sambutan pihak keluarga.
Prosesi ini dimulai dari dipersilakannya para Teungku, ustadh untuk mengambil daun yang diikat jadi satu dicelupkan ke dalam air yang dicampur bedak, jeruk, bunga mawar, lalu ditepungtawari ke calon jamaah haji sebagai sempena. ***












