Lambai Atau Anyang Daun Peugaga Unik dan Relatif Langka

Laporan : Suherman Amin Bireuen Aceh

Nusantaranews. co. Bireuen – Cicah lambai atau anyang daun peugaga (Ficus deltoidea) adalah tanaman yang relatif langka dan memiliki beberapa keunikan yakni bentuk daun yang unik, dengan ujung daun yang runcing dan tepi daun yang bergerigi.

Kemudian Tanaman ini dapat tumbuh sebagai epifit, ( tanaman yang tumbuh di atas tanaman lain tanpa merugikan tanaman inang/pokok) dan memiliki sifat obat-obatan, seperti mengobati luka dan peradangan.

Tanaman daun Peugaga mayoritas ditemukan di hutan tropis dan subtropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Namun bagi masyarakat Aceh daun Peugaga dibuat cicah yang namanya lambai.

Lambai dibuat sebagai transaksi/aktivitas pedagang bahan berbuka puasa di bulan Ramadhan relatif unik semarak di berbagai tempat dalam wilayah Bireuen.

Masih ada pedagang anyang daun peugaga, yakni kuliner tradisional Aceh, yang masih orisinil di pasar musiman Jalan Rel Kereta Api dekat gang jualan kentang goreng dengan harganya cukup berdamai dalam transaksi penjual dan pembeli, Rp 10.000 rupiah per bungkus.

Semoga para pedagang kecil di bulan Ramadhan selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Amin.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *