Nusantaranews.co.Bireuen – Rajut Silaturrahmi antara MPA dan Komisi V Banmus DPRK Bireuen membahas sejumlah isu penting, namun dua prioritas.
Kehadiran Ketua MPA, Drs Abdul Muthaleb bersama pengurus MPA dan Kepala Sekretariat MPA, Usdami dan Anggota disambut haru oleh Ketua Komisi V, Syahrizal bersama Anggota Komisi V Banmus DPRK Bireuen.
Ketua MPA Bireuen Drs Abdul Muthaleb dalam keterangannya Sabtu, 18 Januari 2025 kepada media ini menyebut pertemuan di ruang Komisi V Banmus membahas isu Utama terkait Honor yang minim akibat anggaran MPA dan Muatan lokal di sekolah pembahasannya pada Kamis (16/1) di ruang Banmus di DPRK Bireuen.
Menurut Pak Thaleb sebutan sehari hari Drs Abdul Muthaleb pihaknya bersama Komisi V Banmus DPRK Bireuen berdiskusi untuk mencari solusi atas masalah honor guru yang relatif rendah.
Pak M Thaleb menjelaskan bahwa pembahasan juga difokuskan pada pengembangan dan implementasi muatan lokal di sekolah-sekolah, seperti program baca tulis Al-Qur’an dan mata pelajaran Bahasa Aceh .
Tindak Lanjut perluasan cakupan muatan lokal untuk mempertahankan budaya dan tradisi Aceh.
Dijelaskan peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru dan peningkatan infrastruktur sekolah.
Selain itu butuh advokasi ke pemerintah untuk meningkatkan honor dan memperkuat pendidikan di Aceh.
Sementara Ketua Banmus Syahrizal bersama rekan rekan sudah menginvertarisir dan akan memperjuangkan sejauh ada anggaran daerah.
Terkait muatan lokal akan membahas dan berdiskusi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta muatan lokal agar dipertahankan budaya dan tradisi Aceh. ( Her)












