banner 728x250
BUDAYA  

Perayaan 1 Sura di Cirebon Girang, Mengangkat Potensi Desa Menjadi Desa Wisata

NUSANTARANEWS.co, Cirebon Girang, Kabupaten Cirebon– Pada Minggu, 7 Juli 2024, masyarakat Desa Cirebon Girang merayakan Tahun Baru Islam, 1 Muharam atau 1 Sura 1446 H, dengan mengusung tema Urip kudu Urup, perayaan dilaksanakan dengan sangat meriah. Acara ini tidak hanya menampilkan aspek budaya dan religi, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi desa sebagai tujuan wisata di masa depan.

Dalam sambutannya, Uto Hafid mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya acara ini berkat partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat Desa Cirebon Girang. “Acara ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cirebon Girang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya, serta tidak melupakan sejarah masa lalu,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Camat Talun Abdul Rouf, Danramil Kapten ARH Surya, Ketua Forum Kuwu Kecamatan Talun Wawan Karyawan, Ketua BPD Cirebon Girang Moh Masrom, serta para sesepuh desa.

Camat Talun Abdul Rouf menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Cirebon Girang yang tetap memegang teguh tradisi. “Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan agar kebudayaan daerah ini tetap terjaga. Bulan Muharam juga istimewa karena banyak sejarah penting terjadi pada bulan ini, salah satunya adalah Pangeran Cakrabuana yang memerdekakan diri dari Kerajaan Pajajaran,” ungkapnya. Rouf juga menambahkan bahwa Talun memiliki nilai historis karena sesepuh yang membuka daerah Cirebon dan putra mahkota Pajajaran dimakamkan di Cirebon Girang.

Perayaan dimulai sejak pagi dengan acara ‘munjung buyut’ yaitu ziarah ke makam leluhur, terutama Makam Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Walangsungsang. Selanjutnya, acara diisi dengan kirab hasil bumi dan kreasi ogoh-ogoh serta kesenian asli Desa Cirebon Girang. Pada malam hari, perayaan dilanjutkan dengan penampilan seni dan budaya dari Sanggar Seni Saung Bagus Daya Cirebon Girang dan musik tradisional dari Putra Jaran Astana, menjadikan malam tersebut sebagai pesta rakyat yang meriah.

Perayaan 1 Sura di Desa Cirebon Girang ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai agama dan budaya masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi desa untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian tradisi, Desa Cirebon Girang siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang.

[ Raden Prawira ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *