banner 728x250
BUDAYA  

Keraton Kasepuhan dan Kacirebonan Sambut Hangat Masyarakat Cirebon pada Open House Penuh Kehangatan

Crew PWRI berfoto bersama keluarga besar keraton kasepuhan

NUSANTARANEWS.co, Cirebon – Hari Kamis, 11 April 2024, menjadi momen istimewa bagi warga Cirebon dan masyarakat umum. Keraton Kasepuhan dan Keraton Kacirebonan membuka pintu lebar-lebar dalam acara Open House yang meriah dan penuh kehangatan.

Para tamu yang memenuhi keraton Kasepuhan disambut dengan kehangatan oleh pihak keluarga keraton. Hadir dalam jajaran keluarga diantaranya ; raja ratu Alexandra Wuyadiningrat , Patih Sepuh Goemelar suryadiningrat, Patih Anom Pangeran raja Nusantara serta pangeran Indra Mereka diperbolehkan berfoto bersama keluarga besar keraton dan menikmati hidangan yang disajikan dengan lezat. Banyak tamu yang tak hanya berfoto, namun juga berkeliling menikmati keindahan kompleks keraton yang mempesona.

Tak kalah meriahnya, keraton Kacirebonan menyambut kedatangan tamu dengan pertunjukan gamelan yang mengiringi. Sultan Abdulgani Natadiningrat beserta permaisuri turut menyambut semua tamu dengan senyum ramahnya, menciptakan atmosfer yang hangat dan mengundang. Setelah berfoto bersama, para tamu diajak untuk mencicipi jamuan makanan khas sambil menikmati atraksi gamelan yang begitu khas dari keraton tersebut.

Acara Open House ini menjadi rutinitas yang dinanti-nantikan, karena bukan hanya sekadar acara, namun juga menjadi sarana interaksi yang luas antara keraton dengan masyarakat. Terbungkus dalam ramah tamah dan hidangan yang lezat, acara ini menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang mendalam antara keraton dan masyarakatnya.

Dalam keramaian dan keceriaan acara tersebut, tampaknya ada kesan mendalam yang tertanam. Setiap langkah para tamu, senyum keraton, dan kehangatan penerimaan, semuanya menyiratkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian. Inilah salah satu momen yang membuktikan bahwa tradisi keraton bukan hanya tentang sejarah dan kebudayaan, tetapi juga tentang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan yang abadi.

[ Raden Prawira ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *