banner 728x250

Gunung Tangkuban Perahu: Kisah Cinta Terlarang, Tipu Daya Wanita, dan Kegagalan Ambisi

 

Oleh : Raden Kemal Prawira

Dalam mitos yang legendaris dari Tatar Pasundan, terdapat kisah penuh intrik, tipu muslihat, dan amarah yang mengakibatkan terciptanya Gunung Tangkuban Perahu. Kisah ini memperlihatkan kekuatan cinta yang terlarang, tipu daya seorang wanita, dan akibat dari ambisi yang terlalu besar.

Sangkuriang, seorang pemuda gagah dan mahir dalam berburu, jatuh cinta pada seorang Dayang Sumbi, putri cantik yang memiliki kebijaksanaan luar biasa. Namun, cinta mereka bertabrakan dengan takdir yang tragis: Dayang Sumbi sebenarnya adalah ibu kandung Sangkuriang yang telah terpisah lama.

Dayang Sumbi, dalam usahanya untuk menjaga rahasia keluarga dan melindungi Sangkuriang dari nasib yang buruk, menolak cinta pemuda itu dengan lembut. Namun, Sangkuriang, terbakar api cinta dan kesombongan, bersumpah untuk menciptakan gunung yang tinggi agar Dayang Sumbi tunduk pada keinginannya.

Dayang Sumbi yang cerdik dan penuh tipu muslihat, merencanakan sebuah rencana untuk menghentikan ambisi Sangkuriang. Ia memberikan tantangan yang tampaknya mustahil : Sangkuriang harus membendung sebuah danau dan membuat perahu besar dalam semalam sebagai syarat agar dapat menikahinya. Dalam keputusasaan dan obsesi, Sangkuriang menerima tantangan itu.

Ketika malam tiba, Dayang Sumbi berdoa kepada Dewi untuk mengabulkan permohonannya. Dewi yang mengetahui rencana Dayang Sumbi, menciptakan kegelapan yang sangat pekat sehingga Sangkuriang tidak dapat menyelesaikan tugasnya. Namun, Sangkuriang tetap berusaha keras, dan dengan kesaktiannya dibantu oleh para pasukan jin untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai syarat yang diminta Dayang Sumbi, dan ketika fajar menyingsing, Sangkuriang telah selesai membendung danau dan hampir menyelesaikan Perahu besar itu.

Namun, Dayang Sumbi dengan cerdik membangunkan para penduduk desa dan menyuruh mereka untuk menyalakan api dan membuat keributan agar ayam berkokok sebagai tanda fajar telah tiba, Sangkuriang percaya bahwa sudah fajar. Terperangkap dalam tipu muslihat ini, Sangkuriang marah dan menghancurkan danau yang hampir selesai itu, yang mengakibatkan banjir besar , lalu dengan amarahnya menendang perahu itu jauh jauh, dan perahu itu jatuh dalam keadaan telungkup dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.( Perahu yang telungkup )

Amarah Sangkuriang dan tipu daya Dayang Sumbi menyebabkan terciptanya gunung yang megah itu.

Dari kisah Gunung Tangkuban Perahu, kita belajar bahwa cinta yang terlarang, ambisi yang berlebihan, dan tipu daya dapat mengarah pada kehancuran. Sangkuriang dan Dayang Sumbi adalah contoh bagaimana kesombongan dan obsesi dapat menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *