banner 728x250

Makmeugang ”  Tradisi  Bermakna Bagi Masyarakat Aceh

Foto :  Pemerhati Sosial Budaya Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar ( ISBD ) Universitas Almuslim  Bireuen – Aceh , Drs Faizin Yusuf , M. Pd  ( N / Suherman Amin)

Bireuen,Nusantatanews.co –  Makmeugang merupakan tradisi yang sangat bermakna bagi masyarakat di Aceh.

Pemerhati Sosial Budaya Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar ( ISBD ) dari Universitas Almuslim Peusangan Bireuen – Aceh , Drs Faizin Yusuf , M. Pd kepada Media Online Nusantaranews. co ,Minggu 10 Maret 2024 di Bireuen , menyebut, Tradisi Makmeugang sebagai pengembangan Sistem Ekonomi Kerakyatan, dimana dari berbagai aspek Makmeugang  mengandung makna Harizontal bagi masyarakat.

Selain itu untuk menambah gizi keluarga dalam melaksanakan ibadah puasa  maka makna Makmeugang, diantaranya :
1. Peternak Sapi dan Kerbau . Bagi petani sebagai penghasilan tambahan dalam jangka satu atau dua tahun ke depan memelihara sapi dan kerbau dengan target bisa dijual menjelang puasa atau hari raya.

Maka selama pemeliharaan ternak tersebut tetap dijaga ketahanan dan penggemukan ternak agar ketika dijual mendapatkan untung sebesar modal awal ketika dibeli ternak sebelumnya. Ini kan ada pemberdayaan ekonomi keluarga yang telah dipersapkan satu tahun sebelumnya

2. Pasar Hewan
Sesuatu yang menarik di Provinsi Aceh setiap Kabupaten/ Kota ada Pasar Hewan pada hari tertentu disebut Uro Ganto ( Aceh/ Red ) tempat jual beli ternak yang selalu ramai dikunjungi para agen atau Toke lembu ( sapi ), kerbau, kambing, kibas dan biri dengan membawa dan  mengangkut menggunakan Truk dan Pic Up.  Juga pembeli datang dari berbagai daerah untuk membeli ternak sesuai kehendak. Di pasar hewan terjadi transaksi jual beli yang bisa mendapatkan keuntungan kedua pihak sebagai bagian dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

3. Pasar Daging Makmeugang.
Tibalah pada hari Makmeugang yang sekarang terlaknana pasar meugang dua hari, yaitu hari pertama berupa dua hari sebelum puasa disebut Makmeugang Ce’et dan satu hari sebelum puasa disebut Makmeugang Rayek.

Sungguh luar biasa seluruh penjuru dan pelosok desa / gampong di mana masyarakat dari berbagai khalayak pergi ke pasar daging yang merupakan pasar dadakan untuk dua hari biasanya dibuat di samping jalan raya untuk membeli daging sapi atau kerbau.

Bagi masyarakat Aceh yang mendiami di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Nagan Raya, Blang Pidie, Aceh Selatan, Gayo Lues, Kuta Cane banyak dijual daging kerbau. Sementara Kabupaten/ Kota dipesisir Utara banyak daging Sapi.

Faizin menambakan ” Tradisi Mak Meugang
sudah dikenal sejak masa Kejayaan Aceh yang dipimpin Sultan Iskandar Muda dilanjutkan Sultan Iskandar Shani dan sampai sekarang terlaksana dengan baik satu atau dua hari sebelum berpuasa di bulan Ramadhan,  satu atau dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri juga satu atau dua hari sebelum hari Raya Idul Adha dengan membeli daging sapi atau kerbau di Pasar dadakan.

” Makmeugang ” adalah sebuah tradisi membeli daging sapi atau kerbau, kemudian memasak dengan berbagai nacam rasa dan menikmsti masakan tersebut bersama keluarga satu atau dua hari sebelum berpuasa di bulan Ranadhan juga sebelum hari raya Idul Fitri dan hari Raya Idul Adha.

Bagi Fakir miskin atau anak yatim piatu akan mendapat bantuan daging dari sanak keluarga dan lembaga peduli anak yatim piatu maupun pengusaha dan Pemerintah

Terkait Tradisi Makmeugang sudah menjadi agenda penting sebagai tradisi turun temurun bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi Aceh sejak dahulu sampai sekarang sebagai kearifan lokal yang tetap terpelihara dengan baik dalam mengikat dan merajut silaturrahmi keluarga. (Red)

Penulis: Suherman AminEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *