banner 728x250

Menteri Luhut Janjikan Kredit USD 1 Juta Kepada Petani Rumput Laut

Rumput laut sebagai komoditas unggulan memiliki prospek pengembangan yang sangat besar, karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan teknologi yang rumit dan dapat dilakukan secara manual. Meskipun rumput laut menjadi komoditas unggulan, tetapi masih memiliki permasalahan dalam proses pengembangannya, terutama soal permodalan [Foto ilustrasi]

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Rumput laut sebagai komoditas unggulan memiliki prospek pengembangan yang sangat besar, karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan teknologi yang rumit dan dapat dilakukan secara manual. Meskipun rumput laut menjadi komoditas unggulan, tetapi masih memiliki permasalahan dalam proses pengembangannya, terutama soal permodalan.

Untuk mengembangkan pengolahan rumput laut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menjanjikan kredit USD 1 juta kepada petani rumput laut di seluruh Indonesia, termasuk di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Hal itu ia sampaikan Luhut, saat meresmikan pabrik pengolahan rumput laut di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kamis, 29 Februari 2024. Ia pun menyebut, pihaknya telah menyiapkan anggaran pemberian kredit tersebut.

“Hilirisasi rumput laut ini akan mengakomodir semua petani rumput laut di Indonesia,” kata Luhut.

Untuk mengembangkan pengolahan rumput tersebut, ia pun mengaku sudah menjajaki kerja sama dengan investor dari India, Arab Saudi, dan Uni Eropa.

Luhut menyebut proyek hilirisasi itu akan menumbuhkan berbagai manfaat positif bagi masyarakat dan daerah setempat.

“Ini sangat baik untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Luhut menyebut, akan mengawal hilirisasi rumput laut tersebut dengan menerjunkan tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kita minta BRIN setiap satu bulan untuk melaporkan progres pabrik ini,” ucapnya.

Hilirisasi rumput laut

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah saat ini terus memperluas potensi hilirisadi di luar sektor mineral, salah satunya hilirisasi rumput laut.

Menurut Luhut, nilai perdagangan rumput laut global ditafsir mencapai US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 57 triliun. Dari jumlah tersebut Indonesia berkontribusi sebesar 16% yaitu sekitar US$ 600 juta atau sekitar Rp 9 triliun.

“Nilai perdagangan rumput laut global sendiri mencapai total US$ 3,7 miliar atau Rp 57 triliun. Kontribusi Indonesia ternyata mencapai 16% dari total perdagangan rumput laut global yakni US$ 600 juta atau Rp 9 triliun,” kata Luhut dalam akun Instagramnya @luhut.pandjaitan, Jumat (1/3/2024).

Luhut menyebut, potensi pendapatan sektor rumptu laut sangat besar. Pemerintah, kata dia, sudah melakukan upaya hilirisasi rumput laut sejak dua tahun lalu.

Menurutnya setiap 100 hektare budidaya rumput laut skala besar yang dikerjakan akan menghasilkan 10-15 ribu ton produksi rumput laut basah per tahun. Selain itu tenaga kerja lokal yang berjumlah ratusan juga akan terserap di sektor ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa potensi hilirisasi dari rumput laut sangat besar.

“Dari rumput laut kita dapat memproduksi biostimulant atau pupuk organik yang dapat membantu masalah subsidi pupuk dan ketahanan pangan. Biodegradable plastic yang dapat mengatasi masalah sampah plastic Indonesia. Bahan pangan, seperti pengganti gandum pada mie, yang dapat mengurangi impor gandum. Biofuel yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan masih banyak lagi,” jelas Menko Luhut pada sambutannya dalam acara Showcase Piloting Budidaya Rumput Laut Skala Besardi Teluk Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/2/2024)

[Dea/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *