BUDAYA  

Nasehat Leluhur Untuk para Pemimpin

Foto ilustrasi

Catatan  Budaya D. Supriyanto Jagad N

Dalam kehidupan bermasyaakat, berbangsa dan bernegara, nenek moyang bangsa di Nusantara ini mempunyai beberapa pegangan untuk dipergunakan di dalam memimpin masyarakatnya. Kebanyakan sudah terkristalisasi dalam berbagai bentuk tembang dan juga nasehat luhur. Diantara yang paling menonjol adalah pegangan yang dipergunakan oleh Mahapatih Gajahmada ketika memimpin Majapahit, yakni “Pustaka Asta Dasa Parateming Prabu” atau 18 ilmu kepemimpinan.

Pitutur luhur ini pernah diterapkan Maha Patih Gajah Mada pada jaman keemasan Kerajaan Majapahit di bumi Nusantara ini. Ke-18 prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut permulaannya disebut ‘Wijaya’. Artinya pemimpin harus mempunyai jiwa tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.

Kedewasaan seseorang, satu di antaranya diukur bagaimana sikapnya menghadapi dan menyelesaikan masalah. Tidak lah cukup dewasa, jika menyelesaikan masalah dengan emosi dan apalagi dengan caci. Apalagi seorang pemimpin.

Bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin. Jika saatnya tiba untuk menjadi seorang pemimpin , maka kita wajib sudah memiliki serangkaian kemampuan pemimpin yang baik. Kemampuan kepemimpinan itu sangatlah penting karena bisa menjadikannya sebuah  teladan bagi anggota tim atau masyarakat yang dipimpinnya. Jadi, Pemimpin yang baik  memiliki suatu kemampuan yang bisa dicontoh oleh orang lain. Apalagi memimpin suatu negara.

Yang kedua ‘Mantriwira’; Artinya pemimpin harus berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun.

Pemimpin setidaknya adalah orang yang mampu memimpin dirinya sendiri, baru kemudian orang-orang di sekitarnya. Memimpin diri sendiri berarti mengarahkan dan mampu menuntun dirinya ke arah yang baik. Dengan menjadikan dirinya baik, maka orang tersebut akan bisa menjadi panutan bagi yang lain. Menjadi panutan bagi keluarga, masyarakat atau institusi, dan terlebih suatu bangsa. Dengan demikian, maka orang tersebut masuk dalam kriteria sebagai pemimpin.

Ketiga ‘Natangguan’; Artinya pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut sebagai tanggung jawab dan kehormatan.

Dilihat dari sudut pandang spiritualitas ada makna yang dalam, ketika seseorang itu menduduki jabatan sebagai seorang pemimpin [jabatan publik]. Ketika jabatan publik itu melekat, sebenarnya mereka telah memegang amanah sebagai seorang pemimpin.

Pemimpin yang memegang amanah dapat dilihat sejak seseorang itu berproses untuk mendapatkan jabatan publik. Bagi orang yang menggengam amanah, tentu awalnya tidak berambisi menginginkan jabatan publik. Tapi kalau banyak orang mempercayakan tugas-tugas kepemimpinan, maka dia sanggup menerima kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Kesanggupan seorang pemimpin amanah terus direalisasikan dengan tanggung jawab saat menjalankan kepemimpinannya. Tanggung jawab dalam arti mampu melaksanakan tugas dengan baik, sehingga di bawah kepemimpinannya lingkungan menjadi lebih sejuk, rakyat merasakan keberpihakan untuk mendapatkan hak-haknya berupa kesejahteraan, keadilan dan kehidupan yang bermartabat.

Selanjutnya pemimpin amanah dapat dipercaya saat menjalankan kepemimpinannya. Pemimpin yang layak dipercaya apabila jujur, adil, dan selaras antara kata yang diucapkan dengan tindakan yang dilakukan.

Dan pemimpin yang amanah mampu mengutamakan kepentingan rakyat dibanding dengan kepentingkan pribadi. Maksudnya adalah seorang pemimpin amanah akan berani melakukan tindakan tidak popular. Dia tidak tega melakukan tipu muslihat dan tidak lagi berpikir periode mendatang harus menjabat lagi. Jika tindakan yang dijalankan memberi kemaslahatan banyak orang dan demi kepentingan publik, dia akan berani ambil keputusan, meski resiko akan dicerca banyak orang dan berdampak negatif bagi citra dirinya.

*) Pekerja Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *