Momon Suhandoyo : Sekolah Besar Rumornya Tidak Pantas Dipimpin Plt

Keterangan Foto dari Kiri, Diana Kepala Satkorwildik Kecamatan Banyuwangi. Tengah, Momon Pengawas Kecamatan Banyuwangi. Paling Kanan, Emy Kepala Sekolah SD Kebalenan.

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Polemik pindahnya beberapa Plt Kepala Sekolah tingkat Sekolah Dasar ( SD ) di wilayah Kecamatan Banyuwangi, salah satunya adalah Barorotin selaku Plt Kepala Sekolah SD Kepatihan beserta Komite direspon oleh Momon Suhandoyo selaku pengawas Kecamatan Banyuwangi. Dalam percakapan nya menegaskan bahwa ” Sekolah Besar Rumornya Tidak Pantas Dipimpin Plt”.

Momon Suhandoyo, selaku pengawas Kecamatan Banyuwangi menjelaskan pada NusantaraNews.co saat diwawancarai, rumornya sekolah besar kalau dipegang Plt tidak pantas

” Dengan adanya penataan seperti itu, kurang lebih ada 14 Kepala Sekolah yang kita proses seperti itu. Sedangkan bu Barorotin ini guru yang di Plt kan dan bukan definitif Kepala Sekolah. Karena ada di sekolah besar, kalau ditempati Plt tidak pantas itu rumornya,” jelas Momon.

Untuk membuat SK definitif karena tahun 2020 banyak kepala sekolah yang mengikuti penilaian kinerja dari 1 ke 2, 2 ke 3, 3 ke 4. Nah dengan adanya penilaian kinerja itu maka mereka kemarin ( Kepala Sekolah ) masih di Plt kan karena Bupati tidak bisa tandatangan, tandas Momon

Masih menurut Momon, setelah Bupati bisa tandatangan maka proses definitif diproses oleh BKD dengan aturan yang 1 ke 2 harus dinaikan great sekolahnya dan 2 ke 3 juga demikian lalu 3 ke 4 harus turun.

Dirman, selaku Komite SD Kepatihan menjelaskan pada NusantaraNews.co saat diwawancarai

“Pada intinya kekecewaan dalam hal mutasi ini terutama di SD kami di SD kepatihan itu, saya juga selaku komite sekolah juga mempunyai suatu penilaian bahwa mutasi ini tidak mencerminkan dunia pendidikannya, artinya kajiannya bukan kajian untuk meningkatkan mutu pendidikannya,” Jelasnya.

Tapi ada indikasi yang kami duga ini hanya sebuah mutasi yang merupakan suatu pesanan seseorang, jadi kami dari awal sudah menyampaikan keberatan kami, karena kami masih mempunyai tugas, SD Kepatihan ini untuk ke tingkat nasional, banyak prestasi yang perlu dikawal oleh beliaunya, kenapa ditengah jalan hampir memasuki tahun depan kita memasuki lomba nasional, ungkap Dirman

Masih menurut Dirman, saya selaku ketua komite sangat pemisimis SD Kepatihan ini bisa lolos, saya memohon pemegang kebijakan itu mestinya orientasi untuk komite sekolah, kami dari awal menyampaikan kami tidak punya kewenangan untuk ikut campur urusan internal kedinasan tapi kami punya usulan apa yang menjadi permintaan kami dikabulkan, agar ditunda dulu sampai benar-benar apa yang kami harapkan di SD kepatihan ini terlaksana untuk prestasinya.

“Jadi kami bukannya meminta beliau untuk terus-terusan menjadi kepala sekolah, cuma kami minta waktu untuk sementara untuk bersinergi mencapai prestasi yang lebih tinggi, tandasnya.

Informasi yang dihimpun oleh NusantaraNews.co bahwa masih banyak Kepala Sekolah yang masih Plt atau belum definitif, terutama di Kecamatan Banyuwangi.

(veri kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *