Laporan : Suherman Amin Bireuen Aceh
NUSANTARA-NEWS.CO, BIREUEN – Bupati Bireuen,Dr H Muzakkar A Gani,SH,M.Si membuka kegiatan pembinaan Lembaga Adat dan tokoh adat se Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan di Aula Hotel Fajar Bireuen , Selaswa 31 Agustus 2021 .
Kegiatan pembinaan Lembaga Adat dan Tokoh Adat dilaksanakan Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bireuen dengan tetap eksis memprioritaskan aturan Prokes dalam masa Pandemi Covid 19.
Bupati Bireuen dalam pengantar pembukaannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan lembaga adat dan tokoh adat guna mengikat budaya adat Aceh dalam kehidupan hukum adat dan merealisasikan penegakan adat dalam menghadapi berbagai permasalahan budata adat yang ada di masyarakat pada tingkat Mukim dan gampung.
“Sebagaimana yang sering kita lihat dan kita rasakan, peran dan fungsi tokoh adat dan Tuha Peut merupakan polisi masyarakat dalam pelaksanaan bedrbagai peradaban adat-istiadat masyarakat yang kian cenderung mulai dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor era globalisasi.
Problematika dalam tatanan kehidupan masyarakat tidak terlepas adanya komplik dan polemik yang perlu mendapat perhatian dengan sentuhan secara adat.
Oleh karena itu, untuk menjawab berbagai problematika ditengah masyarakat, maka perlu dioptimalkan peran tokoh adat dan Tuha Peut sebagai polisi masyarakat yang penanganannya dilakukan nantinya dalam peradilan adat.
Sementara Kepala Sekretariat MAA Kabupaten Bireuen,Lukman dalam laporannya menyebut, kegiatan pembinaan lembaga adat dan tokoh adat diikuti 54 peserta terdiri dari Mukim dan tokoh adat yang ada dalam wilayah Kabupaten Bireuen meliputi 17 Kecamatan.
“Harapannya seusai mengikuti kegiatan ini dapat menjawab suatu solusi bagi pembinaan, peningkatan dan penguatan terhadap fungsi kelembagaan peradilan adat, secara berkelanjutan tanpa dipengaruhi oleh dasyatnya arus globalisasi dewasa ini. “ Imbaunya.
Diharapkan agar lembaga adat dan tokoh adat di Wilayah Bireuen mampu menjaga dan mengendalikan nilai, cirri khas, jati diri dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang dalam tatanan kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi filter bagi informasi dan budaya yang masuk, baik dimasa kini maupun dimasa yang akan datang” Ungkapnya.
(red)












