NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Bencana alam yang cukup kuat terjadi kemarin 23/7/2021), dan faktor hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya longsoran-longsoran di atas, yang kemudian menutup seluruh grosil.
Hal ini disampaikan wakil ketua komisi III DPRD Provinsi Maluku, Hatta Hehanusa kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Jumat (23/7/2021).
Menurut Hehanusa, sedimen penuh pada grosil yang dibangun di atas Hulu, sehingga terjadi jebol. Namun jika grosil yang dibangun di bawah Hilir itu aman karena kondisi jembatan saat ini juga aman.
“Jadi grosil yang dibangun diatas Hulu sedimennya sudah menutupi semua, dan mengakibatkan terjadinya luapan yang cukup tinggi,” ungkapnya.
“Maka itu hari ini, pihak BWS telah melakukan usulan agar segera dilakukan tanggap darurat lewat anggaran bencana ke Kementerian. Sedang diusahakan mudah-mudahan turun anggaran tersebut sehingga dapat dilakukan rehabilitasi terhadap hal-hal tersebut,” harap wakil ketua komisi III DPRD Maluku.
Hehanusa mengungkapkan, pada prinsipnya bahwa, komisi III tetap harus melakukan onthespot ke lapangan dan melihat secara langsung supaya bisa memberikan masukan kepada pemerintah sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, sebab pihaknya tidak menginginkan sebuah data yang hanya sekedar diterima atau sekedar mendapatkan informasi
” Yang pasti bahwa, beberapa hari yang lalu secara tidak langsung kami juga telah memantau secara fisual dan ternyata memang ada terjadi sedimen yang menutupi grosil yang dibangun di atas. Diharapkan agar kedepannya seluruh pembangunan harus dilakukan perencanaan yang matang. Kalau memang anggarannya kecil maka fokus pembangunannya harus pada posisi yang mana karena tidak bisa langsung pembangunan tersebut secara merata mengakibatkan anggaran yang tidak dapat terpenuhi dan mengakibatkan kerusakan dimana-mana,” tegas Hehanusa.
“Memang kita butuh pihak-pihak terkait, ujar Hehanusa untuk melakukan sebuahu perencanaan yang matang dan baik serta menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” tutupnya,
(ernes)












