Hary Priyanto : Legislatif jangan mandul

Kepala Bappeda Banyuwangi

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Seminar yang berlangsung dengan tema ” Fakta, Polemik, atau Konspirasi Kawah Ijen ” pada hari Rabu, 21 Juli 2021 yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Banyuwangi dengan salah satu narasumber Akademisi Untag Banyuwangi Dr(c) Hary Priyanto, S.T. M.S.i. Ia meminta Legislatif juga jangan mandul,

Akademisi Untag Banyuwangi Dr(c) Hary Priyanto, S.T. M.S.i menyampaikan dalam seminar

” Saya normatif saja dalam kacamata akademisi tatkala birokrasi tidak bisa menjalankan aturan-aturan dengan baik, copot”

Masih menurut Hary, Legislatif juga jangan mandul, kritik pemerintah, kasih saran pemerintah. Gunakan fungsi Trias politika dengan baik. Ingat ini persoalan masyakarat Banyuwangi dan legitimasi sejarah hingga saat ini”

Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono atau yang akrab disapa Yayan menegaskan, penegasan batas wilayah Kawah Ijen hanyalah perbedaan salah pandang. Secara administartif batas wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso berada di Paltuding, sebagaimana tapal batas yang telah ditentukan. Penegasan tapal batas Kawah Ijen bukanlah persoalan baru, melainkan sudah ada sejak tahun 2004

Hal itu diungkapkan Yayan saat menjadi narahubung pada Diskusi Publik dengan tema “Fakta polemik ataukah konspirasi kawah Ijen” dalam Webinar yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa Banyuwangi, Rabu (21/7/2021).

“ Penguasaan kawasan wilayah kawah ijen itu adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim di bawah kementrian lingkungan hidup dan kehutanan,”terangYayan.

Pada prinsipnya kata Yayan, pemkab Banyuwangi sedang memperjuangkan agar batas kawah Ijen tetap sesuai dengan batas batas yang sudah ada sejak dahulu.

“ Kita punya data data pendukungnya, dan itu kita butuh dukungan semua pihak, termasuk teman teman Mahasiswa, ini nanti saya mengajak Mahasiswa membantu menginformasikan ke masyarakat, berjuang agar penegasan batas wilayah segmen Ijen, semua kawah Ijen menjadi wilayah Banyuwangi,” tegas Yayan.

Sedangkan menurut Rifqi Nuril Huda, selaku Koordinator Aliansi Mahasiswa Banyuwangi menjelaskan

” Aliansi Mahasiswa Banyuwangi menganggap polemik Kawah Ijen muncul akibat ketidak telitian dan kecerobohan Bupati Banyuwangi. Maka menegaskan Aliansi Mahasiswa Banyuwangi akan bertanya langsung kepada Bupati Banyuwangi di depan kantor Bupati,”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *