CV Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) Tetap Dalam Keyakinannya, Sudah Melalui Prosedur

 

NUSANTARA-NEWS.co, Sumedang – CV Perintis Putera Bangsa (Mega Laundry) yang berada di wilayah Desa Sayang Kecàmatan Jatinangor, tetap dalam keyakinannya, bahwa sudah melalui prosedur dinas yang berwenang, dan telah mengecek dari berbagai macam limbah yang dikeluarkan dari sisa produksinya.

Menurut Dinas Linkungan Hidup(DLH) Kabupaten Sumedang dan juga Balai Selulosa kota Bandung serta Succofindo meyakini bahwa tidak  pernah ada keluhan dari warga masyarakat sekitar yang jarak radius lokasinya berdekatan dengan Mega Laundry milik H. Jois ini, tentang polusi asap dan limbah

Dansubsektor 15 Satgas Citarum Harum Serka Eri CH dan jajarannya, perwakilan Pemdes Mekargalih Sopian, Ketua RW 12 desa Mekargalih, Medei dan Yanti salah satu perwakilan Mega Laundry, mendengar langsung apa yang menjadi keluhan warga masyarakat terkait imbas polusi.

Bertepatan pada 24/5/2021 Hari Jadi Citarum Harum, warga mengeluhkan selain pembuangan sampah yang secara disengaja dan bebas dibuang ke anak sungai Cikeruh Desa Sayang, serta kotoran sapi dari dua peternakan sapi yang berada di dua wilayah desa di sepanjang aliran anak sungai Cikeruh

Satgas Citarum Harum Subsektor 15 yang dipimpin oleh Serka Eri CH, terkait sampah yang terlihat di bantaran anak sungai Cikeruh tersebut. Dan berkesempatan juga untuk dibantu oleh team Satgas Citarum Harum untuk berkunjung ke Mega Laundry, untuk meminta konfirmasi dari Mega Londry perihal polusi asap yang dikeluhkan oleh warga. Dan tidak hanya itu saja, bahkan team Satgas Citarum Harum mendengarkan langsung keluhan warga Mekargalih terkait Polusi Asap yang dikeluarkan dari cerobong asap Mega Laundry.

” Jika sore debu ataupun asapnya dikarenakan mungkin terbawa angin itu saya merasakan sendiri dan mengetahuinya bahwa ketika saya cek di lantai itu debu hasil pembakaran batubara dari pabrik dan ketika kita menjemur pakaian, itu debunya nempel,” ucap Imas salah seorang warga, Selasa (25/5)

Imas mengatakan, apa yang disampaikan sama seperti keluhan warga lainnya, dan hal ini sudah berlangsung cukup lama.

Tidak hanya polusi asap dan debunya, terkait kontribusi air bersih yang digembor-gemborkan bahwa Mega Laundry telah memberikannya kepada masyarakat Mekargalih, itupun dibantah oleh Imas, bahwa tidak ada dan belum ada.

Sopian selaku perwakilan dari Pemdes Mekargalih berharap, semoga keluhan warga masyarakat kami khususnya RW 12 ini, bisa didengar.

” Apa yang menjadi harapan serta aspirasi masyarakat kami baik itu kontribusi air bersih, CSR, ataupun lapangan pekerjaan bagi warga kami, semoga bisa difasilitasi oleh pihak perusahaan dan menjadi sebuah Take and Give dari apa yang selama ini warga masyarakat kami hanya merasakan imbasnya,” ujarnya.

Sementara, Yanti Perwakilan Mega Laundry mengatakan, semua keluhan yang disampaikan warga, akan  disampaikan dulu ke pimpinan

” Dan untuk soal air bersih, apabila dibutuhkannya secara cepat akan kami koordinasikan dengan Rw 02 yang telah kami berikan fasilitas air bersih dari perusahaan kami. Jika bapak dan ibu ingin buka jalur sendiri, mohon menunggu satu atau dua minggu untuk penyelesaian jalur-jalur pipa salurannya,” ujarnya.

” Semoga pertemuan ini, yang mana adalah hasil perjuangan liputan rekan- rekan media yang saat ini diwakili oleh media bisa menjadikan awal dari kerjasama yang baik dan saling menguntungkan,” kata Sopian menambahkan.

(Dodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *