NUSANTARA-NEWS.co, Pamekasan – Sesuai dengan janji politik baddrut Tamam pada saat melakukan kampanye di wilayah Pamekasan dalam kampanye yang digelar beberapa tahun lalu dirinya akan melakukan pemberian honor kepada penjaga makam atau pengali kuburan, para guru ngaji, bantuan sosial masyarakat miskin, meski nominalnya sedikit.
Saat ditemui diprigitan Madhapa agung ronggosukowati, Akhmad Zaini kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Menuturkan penerima insentif khusus penjaga makam tersebut sebanyak 30 orang dengan upah per orang sebanyak Rp 300 perbulan sesuai dengan data yang ada sementara untuk bantuan sosial masyarakat miskin dan yang lainnya masih mengumpulkan datanya, Kamis (16/09/21)
Gajinya memang sedikit, tetapi itu kan tidak dijaga 24 jam, hanya kadang menyapu pagi saja, setelah itu pulang dari makam ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah.ucapnya
Mantan Kabag Kesra itu menegaskan, program itu sudah terealisasi sejak tahun 2019 yang dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah bagi masyarakat
Pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga situs bersejarah yang telah berkontribusi besar terhadap berdirinya serta pengembangan Kabupaten Pamekasan.
“Artinya kita ingin menyampaikan pesan bahwa tokoh-tokoh yang memiliki peran penting di Pamekasan itu dihargai. Jangan dilihat nominalnya, tapi bagaimana pemerintah memberikan apresiasi itu murni saat pemerintahan Bapak Bupati Baddrut Tamam melakukan kampanye nya,” pungkas Zaini.
(Idrus)












