NUSANTARANEWS.Co, Barito Utara–
Akibat kemarau panjang yang berlangsung kurang lebih empat bulan menyebabkan warga Desa Mampuak II, dan Mampuak I, serta Sampirang I di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut) mengalami kekurangan air bersih.
Kepala Desa (Kades) Mampuak II, Janimin mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air dari penjual yang mengambil air bersih dari wilayah Desa Sampirang I, dengan jarak tempuh yang lumayan jauh sekitar 13 kilometer dari desa.
“Pemerintah desa telah menganggarkan subsidi pembelian air bersih melalui Anggaran Dana Desa (ADD) pada anggaran perubahan. kami menganggarkan dana perubahan untuk membantu masyarakat melalui subsidi sebesar Rp.100.000 per drum. Jadi, masyarakat hanya membayar Rp.50.000 per drum,”ujarnya Selasa 13/10/2026.
Ia menjelaskan, bahwa bantuan subsidi tersebut direncanakan dapat diberikan hingga tiga kali, dengan alokasi tiga drum untuk setiap kepala keluarga (KK), dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap kali kemarau panjang melanda.
“Dan salah satu solusi yang diharapkan itu adalah pembangunan sistem penyediaan air bersih melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), khususnya dengan memanfaatkan potensi sumber air Sungai Kanduan di wilayah desa Sampirang I. Selain itu, pembangunan bendungan atau sarana penampungan air juga diharapkan dapat dipertimbangkan melalui kajian teknis,”ungkapnya.
Kami memohon kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) agar dapat mempertimbangkan pengajuan pembangunan PDAM di wilayah Mampuak, khususnya dengan sumber air dari Sungai Kanduan. Janimin juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat selama musim kemarau.
“Adapun harapan kami lanjutnya, untuk saat ini masyarakat bisa dibantu air bersih, minimal 1.000 liter per kepala keluarga atau lebih. Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah karena kebutuhan air bersih ini sangat mendesak,”ucapnya.
“Dan kami Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara, baik itu melalui penyaluran bantuan air bersih dalam jangka pendek maupun pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih secara berkelanjutan, sehingga masyarakat di wilayah Mampuak dan desa sekitarnya tidak lagi mengalami krisis air saat kemarau panjang,”pungkasnya. (Led)












