SABAH, NUSANTARANEWS.co – Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya (PBRTB) Cabang Sabah sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 dengan meriah, berlangsung di Hotel Perkasa, Tenom, Sabah, Malaysia, Minggu [20/9/2026].
Momentum lima tahun berdirinya cabang ini menjadi tonggak sejarah penting dalam memperkuat pelestarian adat, tradisi ritual, dan seni budaya Dayak di wilayah Sabah, Malaysia.
Acara peringatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi organisasi, Panglima Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya (PBRTB) Pusat, Marselinus Mian, beserta jajaran pengurus pusat dari Kalimantan Barat.
Kehadiran rombongan pusat ini disambut hangat oleh pimpinan cabang setempat serta para tokoh masyarakat adat Dayak di Sabah. Selain pengurus pusat, momentum sakral ini juga dihadiri oleh para perwakilan panglima dari berbagai cabang lintas negara di tanah Borneo. Di antaranya adalah perwakilan Panglima PBRTB dari cabang Sarawak, Brunei Darussalam, Kuching, Miri, Niah, Tatau, dan wilayah sekitarnya.
Kehadiran para tokoh lintas regional ini mempertegas komitmen kuat PBRTB dalam mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan warga Dayak di seluruh pulau Kalimantan (Borneo).
Sebagai perguruan yang fokus pada pendalaman nilai budaya leluhur, perayaan HUT ke-5 ini diisi dengan serangkaian ritual adat tradisional, peragaan seni bela diri, tari-tarian khas Dayak, hingga demonstrasi tenaga dalam. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan.
Dalam sambutannya, Panglima PBRTB Marselinus Mian menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi pengurus dan anggota di Sabah yang konsisten mempertahankan adat dan warisan nenek moyang. Mian menegaskan bahwa identitas budaya adalah hal yang mutlak untuk dijaga.
Dalam kesempatan yang sama, Panglima Tony selaku pimpinan Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya (PBRTB) Cabang Sabah menyampaikan rasa syukur dan harunya atas perjalanan lima tahun perguruan ini berdiri di tanah Sabah.
Di hadapan ratusan anggota dan tamu undangan, Panglima Tony menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menjaga warisan leluhur.
“ PBRTB Sabah bukan sekadar tempat latihan atau berkumpul, melainkan sebuah wadah pemersatu serta benteng pertahanan adat, tradisi ritual, dan seni budaya Dayak khususnya di Sabah,” kata Panglima Tony
Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran pimpinan pusat, Panglima Marselinus Mian, serta solidaritas luar biasa dari para panglima perwakilan Sarawak, Brunei Darussalam, Kuching, Miri, Niah, dan Tatau yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendukung cabang Sabah
Panglima Tony berpesan agar seluruh pengurus dan anggota, terutama generasi muda Dayak di Sabah, tidak pernah merasa malu untuk mempraktikkan adat istiadat dan seni budaya leluhur. Justru di tengah arus modernisasi, identitas budaya inilah yang menjadi jati diri dan kehormatan mereka.
Melalui perayaan ini, generasi muda Dayak di Sabah diajak untuk terus bangga, mengenal, dan melestarikan kebudayaan luhur agar tidak punah digilas perkembangan zaman.
Acara ditutup dengan gaungan salam khas PBRTB, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata,” yang disambut kompak dengan seruan “Arus… Arus… Arus…” oleh seluruh panglima dan anggota yang hadir, menandai semangat baru untuk terus melangkah maju menjaga tanah leluhur.
[Tony Chong]
Editor; Jagad N












