DAERAH  

Reuni Jalan Rusak, Warga Lewopao Ancam Tutup Akses Jalan Trans Ileboleng Adonara.

LARANTUKA NUSANTARANEWS.co – Ruas jalan Trans Adonara yang meliwati Desa Lewopao, Kecamatan Ileboleng, Kabupaten Flores timur, Provinsi NTT kembali menjadi soal.

Pasalnya ruas jalan sepanjang 980 meter tersebut bakal kembali di tutup aksesnya oleh kelompok masyarakat di Desa Lewopao, Kecamatan Ileboleng.

Hal ini disampaikan koordinator aksi Lewopao, Raymond Kopong kepada media ini melalui saluran Whats app pada Sabtu ( 5/9/2026).

Menurutnya, aksi penutupan ruas jalan ini untuk kedua kalinya setelah pertama kali di 3 Februari 2025 dan di buka kembali karena warga menerima janji dari penjabat Bupati saat itu dan Ketua DPRD Flotim, Albert Sinour.

Janji perbaikan jalan saat itu lanjut Raymond Kopong , hingga saat ini sebagai kebohongan Pemerintah daerah yang di buat ke warga Lewopao dan pengguna akses jalan trans Adonara.

Nyatanya, Pemerintahan Bupati Anton Doni Dihen tidak bisa menindak lanjutinya dan ketua DPRD Flotim yang saat itu datang dan berjanji dihadapan warga, juga tidak kunjung bisa merealisasikan janji manisnya hingga penghujung tahun 2026.

Raymond Kopong juga menyoroti lemahnya perhatian Pemerintahan Bupati Anton Doni Dihen dan DPRD Flotim ke ruas jalan di Ileboleng yang nota bene dibangun di Pemerintahan Bupati Hengki Mukin (alm).

” Aneh saja, ruas jalan di Ileboleng terkhusus, trans Adonara di Desa Lewopao tidak ada dalam daftar perbaikan di inventarisnya Pemda Flotim” ujar Raymond Kopong.

980 meter jalan trans Adonara di Desa Lewopao sebut Raymond Kopong, selalu di anak tirikan di setiap kepemimpinan politik di Flotim.

” Masa 25 tahun bukan waktu yang singkat bagi warga Lewopao dan pengguna akses jalan trans Adonara ini menikmati kerusakan jalan dan kerusakan urusan birokrasi Pemerintahan di Flotim dengan gambaran lahirnya Pemerintahan yang amnesia,” ujarnya.

” Aksi kali ini akan lebih besar dengan melibatkan warga yang menempati pemukiman sepanjang jalan trans Adonara dan di fokuskan pada dua titik yakni Adonara untuk penutupan jalan dan satu lagi akan mengelar aksi di Larantuka ” tegas Raymond Kopong.

Rencana penutupan jalan trans Adonara di Desa Lewopao kata Raymond sebagai ujung dari kekecewaan warga.
Jika belum bisa di kerjakan lanjut Raymond Kopong, harusnya Pemda Flotim yang tiba di saat aksi di 2025, tidak perlu berjanji. Ketika Pemda berjanji dan tidak di tepati, maka tindakan penutupan jalan ini final di buat untuk waktu lama sampai Pemda Flotim merealisasikan janjinya di tahun 2026.

Raymond Kopong juga menyinggung soal keberadaan kader Birokrasi Ileboleng di tubuh Pemda Flotim.
Menurutnya, menuntaskan soal Ileboleng harus dengan menempatkan orang Ileboleng di Pemerintahan Kecamatan.

Penempatan kader Ileboleng sebagai camat sebut Raymond Kopong, untuk membantu warga Ileboleng menuntaskan berbagai soal yang dihadapi termasuk membuka akses perbaikan jalan di wilayah ini. Ruang politik dengan mempercayakan utusan di DPRD lanjut Raymond Kopong, selama ini tidak efektif bagi orang Ileboleng. Fasilitas umum jauh dari perhatian dan sorotan utusan di DPRD begitu lemah untuk kepentingan Ileboleng.

Bupati Anton Doni Dihen kata Raymond Kopong, wajib memberi ruang bagi ASN asal Ileboleng untuk kembali mengurus daerahnya, karena tidak ada satupun prestasi yang di tunjukan oleh kader dari luar Ileboleng.

“Ini catatan pentingnya bagi Bupati Anton Doni Dihen di urusan birokrasi Pemerintahan” tutup Raymond Kopong.

Respon Pemerintah daerah soal rencana penutupan akses jalan trans Adonara, di Kecamatan Ileboleng oleh kelompok warga Desa Lewopao dan sekitarnya, Bupati Flores timur Anton Doni Dihen, yang di hubungi media melalui saluran Whats App belum bisa terkonfirmasi hingga berita ini diturunkan. (MB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *