DAERAH  

Ratusan Dosen dari 64 Kampus Gelar PKM Kolaborasi di Desa Wisata Kasomalang Kulon

NUSANTARANEws.CO, Subang, Jawa Barat — Sebuah momentum langka dan penuh energi terjadi di Desa Wisata Kasomalang Kulon. Dalam sebuah aksi yang sangat luar biasa, Universitas Persada Indonesia Y.A.I memimpin gerakan kolaborasi nasional dengan menghadirkan 173 dosen dari 64 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di gelar selama 2 hari yakni pada tanggal 17–18 April 2026. Bukan sekadar kegiatan akademik, ini adalah “ledakan kolaborasi” yang menghidupkan masyarakat Desa. Seluruh penjuru Kasomalang Kulon dipenuhi aktivitas edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Beragam elemen Desa menjadi pusat perhatian. Pelaku PKK dan UMKM mendapatkan suntikan strategi bisnis modern dan digital marketing. Tak hanya itu sebuah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pengelola homestay dibekali teknik pengelolaan wisata yang profesional dan berdaya saing. BUMDes diarahkan untuk menjadi
lokomotif ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, kader Posyandu serta guru PAUD dan TK mendapatkan penguatan dalam aspek kesehatan dan pendidikan generasi masa depan. Para pemuda yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan dan komunitas kreatif turut digerakkan menjadi pionir perubahan yang inovatif.

Sektor unggulan desa pun tak luput dari sentuhan para akademisi. Petani nanas pembudidaya jamur tiram, serta peternak ikan nila diberikan pendampingan intensif untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil usaha mereka.

Ketua panitia Dr. Sularso Budilaksono, M.Kom mengatakan , Kegiatan ini sebagai “orkestra pengabdian” yang menyatukan berbagai disiplin ilmu dalam satu tujuan besar.

“Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memajukan masyarakat. Kegiatan Ini bukan lagi individual effort, tapi collective impact.”Jelasnya.

” Kegiatan PKM ini juga membawa dampak positif serta jauh lebih kuat dan terasa. Alhamdulillah, Antusiame masyarakat terlihat luar biasa. Warga Desa Kasomalang Kulon berbondong-bondong untuk mengikuti
setiap sesi, berdiskusi, dan bahkan langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Suasana Desa berubah menjadi ruang belajar terbuka yang dinamis dan inspiratif.”Ungkap Dr.Sularso Budilaksono,M.Kom.

Ucapan terimakasih kasih juga datang dari Kepala Desa Kasomalang Kulon. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas kegiatan ini.

“Kami seperti mendapatkan energi baru. Kehadiran ratusan dosen ini membuka wawasan kami dan memberi arah yang jelas untuk masa depan desa kami,” tuturnya.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika perguruan tinggi bersatu, dampaknya tidak main-main.Desa mampu bertransformasi menjadi pusat inovasi, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Desa Kasomalang Kulon kini tidak hanya menjadi Desa wisata biasa, tetapi juga simbol kekuatan kolaborasi Nasional tempat di mana ilmu pengetahuan bertemu dengan realitas, dan bersama-sama menciptakan perubahan nyata. Sebuah langkah besar menuju desa mandiri, maju, dan berdaya saing tinggi di tingkat Nasional.

(Rohman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *