DAERAH  

Duta Damai Indonesia: Jangan terprovokasi gara-gara SE Wali Kota Medan

Foto: Duta Damai Indonesia, Ustadz Khairul Ghazali.

NUSANTARANEWS.co, Medan — Toleransi dan kerukunan sangat penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan ini. “Harga mati” artinya tidak ada tawar-menawar lagi, harus dipertahankan dengan segala cara.

Bagaimana kita bisa menjaga toleransi dan kerukunan di masyarakat? Kita bisa mulai dengan saling menghormati, memahami perbedaan, dan berdialog untuk mencari solusi bersama. Jangan sampai terprovokasi gara-gara selembar Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan terkait dengan penataan perdagangan nonhalal.

Sebagai mantan teroris yang sudah malang melintang di dunia terorisme, Ustadz Ghazali menyerukan agar jangan sampai kita terprovokasi dengan isu-isu yang bisa memecah belah masyarakat. SE Wali Kota Medan itu seharusnya menjadi kesempatan untuk berdialog dan mencari solusi yang adil, bukan untuk memicu konflik.

“Kita harus tetap tenang, memahami konteks, dan tidak terbawa emosi.
Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kerukunan di Medan, dan bagaimana caranya sesuai dengan kultur masyarakat Medan yang homogen dan majemuk,” sebutnya.

Ustadz Ghazali yang juga Duta Damai Indonesia dan pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah ini meminta untuk menjaga kondusivitas Sumatra Utara khususnya Kota Medan ini.

“Medan memang Kota yang majemuk, dengan berbagai etnis dan agama yang hidup berdampingan,” ujarnya.

Untuk menjaga kerukunan itu, kita bisa memanfaatkan kultur masyarakat Medan yang sudah terbiasa dengan keberagaman. Dengan memanfaatkan kultur masyarakat Medan yang homogen dan majemuk itu, katanya, kita bisa menjaga kerukunan dan menyelesaikan masalah dengan lebih efektif, seperti dikutip dari invocavit.com, Jumat (6/3/2026) sore.

(KTS/rel)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *