Water Treatment Mobile TNI AD, Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Banjir

NUSANTARANEWS.co. Bireuen — Didalam pasca musibah banjir bandang yang merendam rumah-rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi dengan hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh, harapan sempat terasa jauh.

Air yang melimpah justru tak bisa diminum, sementara hari-hari di pengungsian berjalan dengan kecemasan akan kebutuhan paling mendasar yaitu, air bersih.

Selasa , 9/12-2025 sore sebuah pemandangan berbeda muncul di lokasi pengungsian, tepatnya di Desa Balee Panah Kecamatan Juli Kabupaten BireuenBireuen , Aceh.

Sebuah kendaraan besar berwarna hijau TNI AD perlahan berhenti, seolah membawa secercah kehidupan.

Dari sana, para prajurit dengan sigap menurunkan selang dan membuka perangkat mesin Water Treatment Mobile—alat penyaring air canggih yang mampu mengubah air keruh banjir menjadi air layak konsumsi.

Warga, yang sebelumnya duduk cemas di dekat tenda, mulai mendekat satu per satu. Anak-anak tanpa alas kaki memegang botol kosong, berdiri dekat orang tua mereka, berharap cairan jernih itu segera mengalir.

Seorang ayah mengangkat jerigen besar sambil menunduk, menahan letih; seorang ibu memeluk bayinya erat, khawatir kehabisan air sebelum malam tiba.

Lalu… keajaiban kecil itu datang.Dari ujung selang, air bening mengalir deras, memantulkan cahaya matahari sore. Warga terdiam sejenak—bukan karena air itu baru pertama kali mereka lihat, tetapi karena dalam kondisi seperti ini, air bersih terasa seperti anugerah terbesar.

Seorang bocah kecil terlihat tersenyum malu-malu, memperhatikan setiap tetes seolah tak ingin kehilangan momen itu.

Tanpa mengenal lelah, Prajurit TNI AD itu bekerja tanpa henti, mengisi jerigen satu demi satu.

Tidak ada jarak antara mereka dan masyarakat, yang ada hanyalah rasa empati yang mengalir, sama jernihnya dengan air yang keluar dari mesin tersebut.

Ia membantu orang tua mengangkat wadah berat, mengarahkan anak-anak agar aman, dan memastikan setiap warga mendapat giliran.

Di balik antrean yang panjang, tampak harapan kecil tumbuh kembali. Tawa lirih mulai terdengar, menggantikan kecemasan yang sejak awal bencana menyelimuti mereka.

Water Treatment Mobile hari itu bukan sekadar mesin. Ia menjadi pennyejuk qalbu bagi masyarakat.

Terima kasih Pak Tentara yang dengan sigap setiap hari tampak membaur dengan para pengungsi dan membantunya tanpa mengensl lelah. Lagi.. Lagi dan lagi terima kasih. ( M Husen)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *