Karya : Arif Andepa, Seniman, Budayawan dan Mantan Wakil Ketua DPRK Bireuen.
Dulu, di sini, di kawasan ini. Batee kureng tersenyum manja
Menatap sosok penuh asa
Malam gulita ramah memancarkan sinar
Menembus masa,
Menembus tapal, bahkan
Menembus jagat ini
Kini, di sini,di kawasan ini
Sosok itu jauh berubah
Seirama putaran waktu
Mulut dan hatinya hanya berdzikir
Bahu dan lututnya hanya bersujud
Jiwa dan raganya hanya illahi
Wahai Putra Bireuen,
adakah kau lihat
Kami senyum tanpa rupa
Kami berjalan tanpa arah
Kami bicara tanpa kata
Wahai Putra Bireuen,
adakah kau tau
Tanpamu Batee Kureng sepi
Tanpamu Batee Kureng tak bernyali
Tanpamu Batee Kureng hilang kurengnya
Wahai Putra Bireuen,
adakah kau rasakan
Kami haus memandang rawutmu
Kami menjerit-jerit memanggilmu
Kami lelah menantimu kembali
Bang Asyek…. Bang Asyek …. Bang Asyeeeeek
Kembali, peluklah kami
Kembali, bangunkan kami
Kembalilah dan megahkan Bireuen ini
Kami menantimu,
Atau karibmu. .( Red)












