BUDAYA  

Budayawan Jabar Cecep Muhidir: Perayaan HUT RI ke-80, Momentum Perkokoh Nasionalisme

Budayawan Cecep Muhidir dan istri

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Semangat nasionalisme terutama di kalangan generasi muda mulai memudar. Ini ditandai dengan berbagai gejala seperti menurunnya kesadaran akan identitas nasional, hilangnya kebanggaan terhadap budaya sendiri, dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan negara. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya fenomena ini antara lain arus globalisasi yang tak terbendung serta kurangnya pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Budayawan Jawa Barat Cecep Muhdir, MBA, kepada strateginews.co, Rabu 13 Agustus 2025.

“ Nasionalisme adalah pondasi kita untuk memperkuat komitmen kebangsaan kita. Indonesia pasti bertahan dalam gencarnya perubahan yang kita sadari begitu peliknya menekan kehidupan bermasyarakat. Indonesia Raya yang sering dikumandangkan telah menjadi pendorong yang mengangkat rasa cinta terhadap tanah air. Rasa cinta tanah air ini, yang harus kita gelorakan, terutama kepada generasi-generasi muda kita,” kata Cecep Muhidir.

Cecep mengatakan,  menjaga nasionalisme adalah menjaga dan memperkuat hamonisasi. Ini merupakan hal penting,  yang diharapkan dari harmonisasi nasionalisme, masing-masing tanpa diskriminasi, tanpa ketidakadilan dan tanpa ketidakpastian.

Abah Cecep, demikian karib disapa mengungkapkan, pentingnya meningkatkan semangat dan rasa kebersamaan serta mempertahankan identitas sebagai bangsa. Mengikat ras, bahasa, sejarah, agama dan nasionalisme sebagai perbedaan yang menyatukan. Menjunjung tinggi arti kemerdekaan dan tidak meremehkan perjuangan melawan penjajah serta mendorong perubahan perilaku khususnya perilaku gotong-royong.

“Sebagai bangsa  yang besar kita sangat beruntung karena rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga pulau Rotte sampai hari ini masih tetap teguh menjunjung kesatuan dan persatuan dengan lintas suku, lintas agama dan lintas kebudayaan dalam situasi apapun yang terjadi di NKRI ini secara baik, benar, bermartabat, beretika dan bermoral, agar kita tidak mudah dipecah belah oleh bangsa – bangsa yang ingin menguasai kekayaan bumi Nusantara dengan cara apapun juga,” ujarnya.

Menurut Cecep, arus globalisasi yang semakin deras membawa masuknya berbagai budaya dan gaya hidup dari negara lain. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat, terutama generasi muda, lebih tertarik pada budaya asing dan kurang mengenal serta mencintai budaya sendiri.

“ Banyak generasi muda yang kurang memahami sejarah bangsanya, ideologi Pancasila, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Akibatnya, mereka tidak memiliki dasar yang kuat untuk membangun rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap bangsanya,” ungkap dia.

“Ketika rasa nasionalisme melemah, masyarakat cenderung kehilangan identitas nasionalnya dan lebih mudah terpengaruh oleh budaya asing. Hal ini dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara,” sambungnya.

Untuk memperkokoh kembali nasionalisme, menurut Cecep, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah bangsanya, termasuk perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

(jgd/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *