Nusantaranews. co. Bireuen – Para mukim kecewa, hak mereka tak kunjung dibayarkan Maret — Juni 2025 dan Hari Raya Idul Adha tinggal satu hari lagi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen kembali menjadi sorotan tajam setelah dinilai lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran jerih mukim (honorarium bagi para pemangku adat gampong) di seluruh kecamatan. Hingga awal Juni 2025, hak para mukim untuk bulan Maret, April, dan Mei 2025 belum juga dibayarkan. Padahal, Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung jam.
Sejumlah mukim dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen menyampaikan kekecewaan mendalam. Mereka mengaku telah menandatangani seluruh dokumen yang dibutuhkan sejak beberapa waktu lalu, namun honor tidak juga masuk ke rekening.
“Kami belum dibayar sejak Maret, April, hingga Mei. Sekarang sudah masuk bulan Juni dan besok lebaran.
Sedih semua berkas sudah kami tanda tangani, tapi tak ada realisasi. Kami tidak butuh janji-janji, kami hanya ingin keadilan. Jika hak kami saja tidak dipenuhi, bagaimana masyarakat bisa percaya kepada pemerintah?” keluh salah seorang mukim kepada media ini, Rabu (4/6/2025).
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyampaikan kritik keras terhadap Bupati dan Wakil Bupati Bireuen. Ia menilai Pemerintah Gagal Kelola Kinerja Birokrasi dan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan menjadi sumber utama keterlambatan.
“Ini adalah bentuk kegagalan manajerial. Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan, dan Keluarga seharusnya bertanggung jawab penuh, tapi tidak ada ketegasan dari kepala daerah,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan Bupati yang lebih memilih turun langsung ke lapangan, memeriksa rumah dhuafa, yang menurutnya bisa didelegasikan ke staf teknis.
“Bupati seharusnya fokus pada penguatan sistem dan pengawasan birokrasi.
Sementara Wakil Bupati jangan hanya aktif di media sosial, tapi juga harus mengawal pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” tambahnya.
Arizal Mahdi juga mengungkapkan insiden terbaru, di mana Wakil Bupati Bireuen enggan menemui pihak yang ingin meminta klarifikasi langsung.
“Wakil Bupati tidak bersedia bertemu saat ditunggu di ruang tunggu. Justru beliau keluar lewat pintu belakang ruang kerjanya bersama sopir dan ajudannya. Ini bukan sikap pemimpin yang bertanggung jawab,” kata Arizal
Saat dikonfirmasi, Juliadi, Kepala Bidang pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan, dan Keluarga, membenarkan adanya kendala teknis.
“Masih ada kendala pada kelengkapan dokumen dengan pihak bank. Kami sedang menyelesaikan.
Sementara Kepala Dinas saat ini sedang menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci,” jelas Juliadi, Rabu sore (4/6/2025).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati maupun Wakil Bupati Bireuen.
Terkait hal tersebut Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
“Masih ada kendala pada kelengkapan dokumen dengan pihak bank. Kami sedang menyelesaikannya. Sementara Kepala Dinas saat ini sedang menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci,” jelas Juliadi, Rabu sore (4/6/2025).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati maupun Wakil Bupati Bireuen. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. ( Suherman Amin)












