Air Mata Bahagia Iringi Keberangkatan JCH di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen

NUSANTARANEWS.co.Bireuen – Suasana haru dan linangan air mata menyelimuti iringan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bireuen pada Minggu, 25 Mei 2025 di titik pelepasan Masjid Agung Bireuen

Isak tangis mengharukan ternyata kondisi bahagia yang terdengar dari seribuan keluarga yang mengantar berangkat para tamu Allah ke Tanah Suci.

Prosesi pelepasan sebanyak 378 JCH ( 133 Jamaah Laki-Laki dan 245 Jamaah wanita ) , PPIH Kloter 4 Orang dan PHD 3 Orang. Jadi total berangkat Kloter 9 GIA berjumlah 385 orang.

Para pengantar jamaah Calon Haji Kabupaten Bireuen di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireun penuh sesak .

Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST didampingi Isterinya Nyonya Sadriah, Forkopimda, Wakil Bupati Bireuen Bireuen, Pimpinan dan Anggota DPRK Bireuen , Pj. Sekdakab Bireuen.

Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Kabupaten Bireuen, Kakan. Kemenag Kabupaten Bireuen, Para Camat dan Kuakec dalam Kabupaten Bireuen,

Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Ormas Kepemudaan dalam Kabupaten Bireuen jamaah Calon Haji Kabupaten Bireuen,Para Wartawan serta seribuan masyarakat.

Bupati Bireuen ,H Mukhlis, ST dalam sambutannya mengatakan, pada momen ini pihaknya mengajak semua yang hadir untuk mendoakan para tamu Allah agar diberikan kesehatan dan kemudahan serta keselamatan dalam menjalankan ibadah haji.

“Semoga JCH mulai berangkat dari Bireuen Aceh hingga sampai ke tanah suci mampu melaksanakan seluruh rukun-rukun haji ,wajib dan sunat dan kembali ke tanah air dengan sehat walafiat tidak ada kendala,menjadi haji mabrur. ” ujar H Mukhlis.

Pengamatan media ini Edi Saputra (50) warga Gampong Cot Merak yang ayahnya Sukirman (78) berangkat ke Tanah suci tampak berlinang air mata haru warnai keberangkatan ayahnya.

Seribuan masyarakat yang mengantar keberangkatan keluarganya yang akan berangkat haji dengan penuh haru dan air mata.

Momen ini menjadi sangat emosional karena keluarga dan masyarakat datang untuk mengucapkan selamat jalan dan mendoakan keselamatan bagi jemaah haji.

Mayoritas pengantar dengan penuh haru dan linangan air mata berdoa untuk keluarga serta masyarakat yang mengantar .

Momen seperti ini menunjukkan bahwa betapa kuatnya ikatan keluarga dan komunitas dalam masyarakat dengan rajutan hubungan kesatuan dan persatuan.

(Suherman Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *