Komisi C DPRK Lhokseumawe Desak Stakeholder Segera Perbaiki Saluran Pipa Gas PT PGE Gampong Seunebok

Laporan : Muhammad Husen, S. Pd, MH Ka Biro Nusantara news. co Aceh Utara

NUSANTARANEWS. co. Lhokseumawe – Komisi C DPRK Lhokseumawe dipimpin Said Fakcri turun langsung bersama rombongan ke Gampong Seuneubok dan mendesak Stakeholder PT. PGE untuk memperbaiki Saluran Pipa Gas di Gampong Seuneubok, Rabu, 22 Januari 2025.

Saluran Pipa Gas milik PT PGE (Pertamina Geothermal Energy) perusahaan bidang eksplorasi minyak dan gas, telah lama terjadi kerusakan yang mengakibatkan terganggunya keselamatan dan prosesi ekonomi ribuan warga Gampong Seuneubok Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.

Ketua Komisi C Said Fakcri menyebut Komisi C menindaklanjuti permasalahan warga dan mendesak stakeholder PT. PGE agar segera melakukan perbaikannya untuk menghindari terjadinya gangguan keselamatan masyarakat setempat.

” Dampaknya sangat besar bagi masyarakat Gampong Seuneubok, selain menimbulkan bencana, juga dapat terganggunya keselamatan jiwa masyarakat sekitar saluran pipa gas yang rusak tersebut”, ungkap Ketua Komisi C Said Fachrie .

Politisi muda Partai PNA ini, mengatakan manajemen PT. PGE harus segera menyelesaikan masalah ini untuk memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.

Jika mereka terus membiarkan, dampaknya bisa menjadi bencana besar yang dapat merugikan masyarakat secara ekonomi dan keselamatan,” ujar Said Fakcri.

Terkait masalah tersebut kami harapkan kepada manajemen PGE segera memberikan atensi serius, agar keselamatan warga Seuneubok tidak terganggu lagi.

Bahkan perputaran ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan transportasi akibat saluran pipa gas yang rusak tersebut, tegas Said Fakcri.

Camat Blang Mangat Safriadi, dalam keterangannya kepada Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe sebelum meninjau ke lapangan menjelaskan bahwa pihak kecamatan sudah beberapa kali mengirimkan surat resmi kepada PGE.

Surat pertama dikirim pada 4 Desember 2024, diikuti surat kedua pada 31 Desember 2024, namun tidak mendapatkan tanggapan dan respons apapun dari PGE.

Namun setelah surat ketiga dikirim pada Januari 2025, pihak PGE turun ke lokasi pada 15 Januari 2025.

Camat Blang Mangat melaporkan, genangan air semakin tinggi dan meluas. “Tanaman warga rusak, satu rumah warga terendam hingga pondasinya terancam roboh, septic tank dan sumur juga ikut tergenang, kondisi ini diperparah dengan kekhawatiran wali murid di sekitar lokasi. ” ungkap Camat Blang Mangat Safriadi.

Safriadi melanjutkan, ada SDN di dekat lokasi mulai ditinggalkan murid karena para orang tua takut saluran yang rusak akan jebol dan menghantam bangunan sekolah. Jika dibiarkan, dikhawatirkan tidak hanya sekolah, tetapi juga rumah-rumah di sekitarnya akan terdampak bencana parah nantinya.

Menurut Camat, meski telah dilakukan pengecekan oleh pihak PGE pada 15 Januari 2025, warga menilai respons tersebut terlalu lambat. “Jika tidak ada tindakan nyata, warga Seuneubok siap melakukan aksi demo di kantor PGE,” tegas Camat Blang Mangat.***

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *