Rofik Afifuddin: Kita Khususkan Untuk Dapat Mekarkan Daerah-daerah Otonomi Baru.

Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku Rovik Afifuddin

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku Rovik Afifuddin kepada wartawan di ruanga  sidang paripurna kantor DPRD Maluku, Jumat 26/11/2021 mengatakan bahwa, pada tahun kemarin kita mendapatkan anggaran 3,2 triliun dan 2,8 triliun jika kita stak di belanja saja tidak langsung di 1,9 triliun maka sisanya hanya berapa ratus miliar untuk membelanjakan pembangunan di Maluku.

“Tentunya kalau seperti itu impian kita akan menjadi buram sehingga apa yang kita cita-citakan untuk Maluku agar bisa sejajar dengan daerah lainnya, Maluku bangkit bersama itu sudah agak buram. Sehingga saya kira harap ada hentakan yang lebih kuat dan gerakan tersebut hanya gerakan politik sebab jika hanya gerakan birokrasi tidak bisa,” kata Rovik Afifuddin.

” Maka itu saya sampaikan kepada pimpinan di forum ini, pimpinan dan seluruh anggota DPRD, kita harus melakukan sebuah gerakan yang namanya gerakan politik. Kita mengkhususkan diri kita saja agar dapat memekarkan daerah-daerah otonomi baru, sebab dengan pemekaran daerah-daerah otonomi baru tentunya anggaran akan tersebar secara merata pada kabupaten-kabupaten baru tadi. Sehingga dapat kita kurangi aktivitas pembangunan yang menjadi beban-beban kita,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa, ada monetorium dan kita hanya meminta karena monetorium ini penting untuk tidak dilakukan di Maluku.

” Sehingga ditahun mendatang kita sudah dapat merumuskan pemekaran kabupaten baru. Kalau hanya berharap pada situasi ini maka saya kira tidak bisa bergerak dengan cepat. Apakah kita akan menunggu undang-undang provinsi kepulauan, sudah tidak bisa terlalu lama. Dahulu kita berjuang dan pikiran kita hanya untuk Maluku. Ternyata dia sudah jadi kepentingan banyak daerah, kita ingin menunggu LIN atau Ambon New Port kapan juga,” terangnya.

Menurut Afifuddin, kita harus datang ke Pusat, ke Kementerian Dalam Negeri untuk meminta Supaya monetorium terhadap daerah otonomi baru yang masih ada sampai hari ini khusus untuk Maluku dibiarkan atau di pengecualikan.

“Karena dengan itu saya kira draf-draf tetap Terkait dengan pembangunan pemekaran Otonom baru sudah disiapkan, banyak teman-teman sudah siap dan tim-tim yang sudah muncul yang disiapkan tinggal didorong bersama, berjuang bersama agar daerah otonomi baru bisa terbentuk dan masyarakat bisa sejahtera,” tutup Afifuddin.

Halima Rehatta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *